Indonesia Negara Majemuk, Prabowo Sebut Indonesia Butuh Pemimpin yang Mau Berjuang demi Perdamaian

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 23 Januari 2024 | 12:00 WIB
Prabowo: Dibutuhkan Pemimpin yang Sadar akan Perdamaian
Prabowo: Dibutuhkan Pemimpin yang Sadar akan Perdamaian

 

PejuangKantoran.com - Perdamaian bukan hal yang mudah untuk dicapai. Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sadar betul akan hal itu. 

Prabowo Subianto mengungkapkan untuk menjaga perdamaian, butuh perjuangan yang keras. Oleh karenanya, negara butuh seorang pemimpin yang sadar dan mau berjuang untuk menjaga perdamaian.

 

"Indonesia punya satu sifat yang sama seperti AS, yaitu negara majemuk," kata Prabowo di hadapan sekitar 120-an relawan Erick Thohir alumni AS (ETAS) di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (22/1).

Baca Juga: Diprediksi Bakal Raih 1 Juta Penonton, Apa yang Istimewa dengan Film Horor Pemukiman Setan?

"This is our destiny to born in here, we have to live and work together. Kita kerja sama lebih baik dalam suasana yang enak dan harmonis," ujar Prabowo.

Bukan tanpa alasan Prabowo menyebut hal tersebut. Dia pernah membaca sebuah penelitian bahwa masa-masa kritis negara diuji saat memasuki usia 70 tahun, seperti Indonesia saat ini. 

Kekritisan ini terutama disebabkan karena kemajemukan dengan beragam suku, ras, dan agama, diperlukan kerja sama dan harmonisasi yang baik oleh semua pihak.

Ia melanjutkan, tanpa kerja sama dan harmonisasi yang baik, negara tidak akan bisa makmur jika tidak mengedepankan kesejukkan dan perdamaian. Pertikaian hanya menimbulkan penderitaan.

Baca Juga: Apa yang Bikin Mahfud MD Emoh Jawab Pertanyaan Gibran soal Inflasi Hijau?

"There can be no prosperity without peace. Saya mantan prajurit, bidang saya adalah perang. Dalam pemahaman saya, perang itu maha dahsyat menimbulkan penderitaan," kata dia. 

Oleh karena itu, diperlukan pemimpin yang dapat memberikan pengaruh kesejukkan dan perdamaian kepada rakyatnya. 

"Rakyat itu sangat terpengaruh oleh para pemimpinnya. Pemimpin di Indonesia itu ibarat pendulum, kalau di atas goyang, di bawahnya (rakyat) goyang kencang. Makanya, pemimpin harus sadar itu," kata Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X