PejuangKantoran.com - Perusahaan games Riot Games mengumumkan mengurangi jumlah karyawannya hingga 530 orang
"Pengurangan ini setara dengan 11 persen dari total jumlah tim kami di seluruh dunia," kata CEO Riot Games Dylan Jadeja sebagaimana warta BBC.com edisi Selasa 22 Januari 2024.
Riot Games yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat, masuk dalam unit usaha Grup Tencent asal China.
"Ongkos produksi kami meningkat," kata Dylan Jadeja mengungkap alasan pengurangan karyawan itu.
Dylan Jadeja menyebut usai kebijakan pengurangan karyawan itu, Riot Games akan lebih berfokus pada portofolio live games semisal League of Legends, Valorant, Teamfight Tacties, dan Wild Riff.
Games
Riot Games bukanlah perusahaan games pertama yang memangkas jumlah karyawannya.
Akhir 2023, ByteDance yang dimiliki bareng oleh Amazon dan TikTok juga mengurangi jumlah karyawan
Lantas, berturut-turut Fortnite yang memproduksi Epic Games, Ubisoft produsen Assassin's Creed, dan Niantic produsen Pokemon Go pun mengurangi jumlah kru masing-masing.
Pandemi Covid-19 sejak 2020 adalah pemicu pengurangan jumlah karyawan di sektor industri games.
Penjualan perusahaan-perusahaan games ikut-ikutan susut di masa pandemi itu.
Tencent menguasai mayoritas saham Riot Games dan sekaligus Epic Games.
Artikel Terkait
Terlalu Lama Kerja di Depan Komputer Buat Mata Jadi Lelah, Awas Computer Vision Syndrome!
Masyarakat Yogyakarta Bikin Jalanan Macet, Berebut Salaman dan Foto Bareng Prabowo-Gibran
Apa yang Bikin Mahfud MD Emoh Jawab Pertanyaan Gibran soal Inflasi Hijau?
Mahasiswa: Terima Duitnya, Jangan Pilih Kandidatnya
Boeing Membuka Lowongan Kerja Senior Flight Operations Regulatory Affairs, Bakal Training di Seattle!
Diprediksi Bakal Raih 1 Juta Penonton, Apa yang Istimewa dengan Film Horor Pemukiman Setan?
Prabowo Akui Apa yang Bikin Dia Kalah Pilpres Dua Kali pada Relawan Erick Thohir Alumni Amerika
Indonesia Negara Majemuk, Prabowo Sebut Indonesia Butuh Pemimpin yang Mau Berjuang demi Perdamaian
Pelajaran Berharga yang Diperoleh Prabowo dari Cara Berpolitiknya Tahun 2014 dan 2019
Bertemu Bu Nyai Khos dan Nawaning se-Nusantara, Gibran Sebut Punya Keinginan Gerakkan Ekonomi Santri