PejuangKantoran.com - 7 dari 10 generasi muda Singapura anggap nikah enggak begitu penting.
Institute of Policy Study atau IPS membeberkan survei teranyarnya pada Senin 29 Januari 2024 sebagaimana warta straitstimes.com edisi hari ini
IPS membidik 2356 responden warga Singapura dalam kategori usia 21 hingga 64 tahun.
Pada jenjang usia itu, IPS membagi responden menjadi 3 kelompok usia.
Pertama usia 21-34 tahun.
Kedua, usia 35-49 tahun.
Ketiga, usia 50-64 tahun.
"70 persen dari kelompok usia 21-34 tahun yang berpandangan bahwa menikah tidak begitu perlu," kata pernyataan IPS.
Data memang tetap menunjukkan bahwa masih jauh lebih banyak responden yang menganggap nikah adalah perlu.
"Namun begitu, 72 persen di antara mereka beranggapan bahwa tidak penting pula memiliki anak di dalam pernikahan," kata IPS lagi.
Singapura
IPS juga mencatat berbagai alasan di balik pilihan-pilihan tidak penting menikah dan tidak penting memiliki anak dalam pernikahan.
Beberapa alasan yang mengemuka adalah berkaitan dengan karier.
Lantas, ada yang memilih karena khawatir kehilangan kebebasan tatkala memiliki pasangan maupun anak.
Artikel Terkait
Milenial Merapat, Samesta Parayasa Wujudkan Konsep TOD, Perumnas dan KAI Bangun Stasiun Lumpang Parayasa
4 Cerita Keseruan Selama Syuting #OOTD, Film Pertama yang Disutradarai Dimas Anggara
Jaga Pemilu Adil dan Damai, Jangan Fitnah Dibalas Fitnah dan Hindari Saling Ejek
Cuma dalam Sehari, Capres Prabowo Sambangi 4 Titik Pendukung dari Subang hingga Banten
Rekrutmen CPNS Gede-gedean di 2024, Kental Isu Politik Jelang Pemilu?
Palestina Vs Qatar 16 Besar Piala Asia 2023, Harapan Selebrasi di Tengah Perang
Support Local Pride, Sepatu Gibran X Aerostreet Laris Manis Lebih dari 100 Pasang Sehari
Lowongan Kerja Junior Consultant of Finance di Ernst & Young, Pengalaman 1-2 Tahun sebagai Konsultan
Lebih Banyak CEO yang Berniat Mengadakan Pelatihan AI ketimbang Mengganti Karyawan dengan AI
Fahri Hamzah: "Jangan Mengambil Keputusan tentang Pemimpin karena Marah dan Kecewa"