7 dari 10 Generasi Muda Singapura Anggap Nikah Enggak Begitu Penting

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 Januari 2024 | 13:04 WIB
Ilustrasi: Generasi Milenial dan Gen Z mulai sering terpapar berita politik, apa sebabnya? (PejuangKantoran.com/Felicitas Harmandini/Freepik/Mr Siraphol)
Ilustrasi: Generasi Milenial dan Gen Z mulai sering terpapar berita politik, apa sebabnya? (PejuangKantoran.com/Felicitas Harmandini/Freepik/Mr Siraphol)

PejuangKantoran.com - 7 dari 10 generasi muda Singapura anggap nikah enggak begitu penting.

Institute of Policy Study atau IPS membeberkan survei teranyarnya pada Senin 29 Januari 2024 sebagaimana warta straitstimes.com edisi hari ini

IPS membidik 2356 responden warga Singapura dalam kategori usia 21 hingga 64 tahun.

Pada jenjang usia itu, IPS membagi responden menjadi 3 kelompok usia.

Pertama usia 21-34 tahun.

Kedua, usia 35-49 tahun.

Ketiga, usia 50-64 tahun.

"70 persen dari kelompok usia 21-34 tahun yang berpandangan bahwa menikah tidak begitu perlu," kata pernyataan IPS.

Data memang tetap menunjukkan bahwa masih jauh lebih banyak responden yang menganggap nikah adalah perlu.

"Namun begitu, 72 persen di antara mereka beranggapan bahwa tidak penting pula memiliki anak di dalam pernikahan," kata IPS lagi.

Singapura

IPS juga mencatat berbagai alasan di balik pilihan-pilihan tidak penting menikah dan tidak penting memiliki anak dalam pernikahan.

Beberapa alasan yang mengemuka adalah berkaitan dengan karier.

Lantas, ada yang memilih karena khawatir kehilangan kebebasan tatkala memiliki pasangan maupun anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X