Gibran: Semaju Apapun Sebuah Kota, Seni dan Budaya Tak Bisa Ditinggalkan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 18:23 WIB
Bertemu dengan komunitas-komunitas seni di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (3/2/2024),Gibran yakinkan bahwa seni dan budaya tidak boleh diabaikan.
Bertemu dengan komunitas-komunitas seni di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (3/2/2024),Gibran yakinkan bahwa seni dan budaya tidak boleh diabaikan.

PejuangKantoran.com - Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka mengatakan, seni dan budaya merupakan aset masa depan dan masa lalu. Semaju apapun sebuah kota, seni dan budaya tidak bisa ditinggalkan.

“Kebudayaan jangan sampai dilupakan. Itu prinsip yang selalu saya pegang. Kalau saya diberi amanah lebih lagi, prinsipnya sama,” kata Gibran.

Pemkot Solo, misalnya, saat ini sedang merevitalisasi tempat kebudayaan dan kesenian. Tempat ini akan menjadi lokasi pertunjukan seperti ketoprak dan wayang orang.

Baca Juga: Konsisten Angkat Isu Konservasi Budaya, Prabowo Gibran akan Upayakan Dana Abadi Kebudayaan

“Kami ingin memberikan tempat kepada pelaku seni,” ujar Gibran, saat menghadiri pertemuan dengan komunitas-komunitas anak muda kreatif di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (3/2/2024).

Dari komunitas-komunitas tadi, Gibran mendapat banyak aspirasi terkait pengembangan kreativitas anak muda.

Dalam kesempatan pertama, Gibran bertemu musisi Tompi dan ratusan anak muda dari berbagai komunitas seperti musik, film, dan motor, dalam acara bertema Gimmick Anak Selatan di Galeri UMKM Pemkot Tangerang Selatan.

Gibran, yang didampingi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Barat Airin Rachmi Diany, dan Wakil Wali Kota Tangerang Pilar Saga Ichsan.

Kemudian Gibran berkunjung ke Kandank Jurank Doank, pusat kreatif milik seniman Dik Doank. Di sini ia bertemu sejarawan, desainer, seniman musik, tari, dan lukis.

Dik Doank menyambut kedatangan Gibran dengan tarian. Ia juga mengajak Gibran melihat lukisan karya seniman di Kandank Jurank Doank.

Gibran menyampaikan pertemuan ini sangat relevan dengan debat kelima Pilpres 2024 yang temanya antara lain berhubungan dengan kebudayaan. Saat itu ia lebih banyak mendengarkan ide-ide, gagasan, dan keluhan pelaku seni.

Baca Juga: Anggap Keberagaman sebagai Common Destiny, Prabowo: Semua Suku, Agama dan Etnis akan Saya Bela!

“Penting bagi kami mendapatkan masukan dan evaluasi dari pegiat seni dan kebudayaan,” kata Gibran.

Gibran ingin semakin banyak tempat pelestarian budaya. Sejauh ini dia melihat anak muda Indonesia banyak yang kreatif namun tidak ada tempat dan dukungan maksimal pemerintah.

“Dua tahun lalu kami (Pemkot Solo) ke Paris. Kami menutup jalan di depan Balai Kota Paris, kami sajikan gamelan dan lain-lain, karena kami ingin kebudayaan kita dilihat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X