“Mungkin juga kena penyakit Megalomania, jadi merasa paling hebat sedunia. Saking hebatnya pernah membuat guncang dan gaduh Indonesia dengan isu pelecehan Al Qur'an. Dulu saya bela, tapi ya memang dia begitu,” jelas Nusron.
Nusron justru mensyukuri bahwa hari ini tim Prabowo Gibran tidak perlu terbebani dengan pertengkaran politik yang membuat resah masyarakat di masa lalu.
Baca Juga: Tren Pemilih yang Dekat NU di Jawa Timur Ternyata Condong Memilih Prabowo-Gibran
“Kalau kita bicara membela Ahok dulu, kita justru bersyukur bahwa saat ini pihak yang berseteru tidak ada dalam Prabowo Gibran. Pihak yang bertanding saat itu, baik Pak Anies maupun Ahok ada di kubu masing-masing,” jelasnya.
Nusron menegaskan bahwa Prabowo Gibran adalah pasangan yang mengusung persatuan nasional dan tidak mau terlibat dengan kegaduhan yang meresahkan masyarakat.
“Kita ini mengusung politik merangkul, dilambangkan oleh persatuan dua tokoh yang sebelumnya berlaga di Pilpres sebelumnya, yaitu Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Kami tidak ingin kegaduhan, jadi biarkan saja Ahok mau bicara apa,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Besok Libur Ngantor, Coba Pose Yoga Mudah Ini untuk Hilangkan Stres Akibat Pekerjaan dan Dapatkan Sederet Manfaat Sehat Lainnya!
Elektabilitas Prabowo-Gibran di Jawa Timur Unggul Jauh dari Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud
Coach Paman Tinggalkan Kerja Kantoran demi Passion Karier eSports Profesional, Duitnya Woow!
7 Tips Menciptakan Ruang Kerja di Rumah Sesuai Feng Shui Agar Produktivitas Meningkat
Beda Pandangan Gen Z dan Generasi Milenial soal Tempat Perayaan Pernikahan
Deadline Pendaftaran Beasiswa Fulbright Tinggal Seminggu Lagi, Cek Lagi Manfaat yang Kamu Dapat!
Ini Syarat Mendaftar Beasiswa Fulbright, yang Penting Tidak Ada Batasan Usia