"Hal kenaikan ini bisa dilihat sebagai mekanisme mobilisasi politik seperti hubungan antara patron dan klien," ucap Wawan Mas'udi.
Kebijakan bansos, terkait dengan Pemilu, imbuh Wawan Mas'udi diduga terjadi dalam kerangka partikular, selektif, dan personifikasi.
"Momentum distribusi bansos terjadi di sekitar momentum politik elektoral," kata Wawan Mas'udi.
Selanjutnya, Elisabeth Kusrini membeberkan informasi Ikhwal 3 presiden RI yang patut diduga menjadikan bansos sebagai alat politik.
Menurut Elisabeth Kusrini, tatkala menjelang Pemilu 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp100 ribu per bulan kepada 15,5 juta keluarga miskin selama enam bulan.
Lalu pada Pemilu 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp 150.000 per bulan kepada 19 juta keluarga miskin selama tiga bulan.
Berlanjut, pada Pemilu 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebesar Rp 150.000 per bulan kepada 19 juta keluarga miskin selama tiga bulan.
Berikutnya, di era Presiden Jokowi, bahkan sejak awal terpilih pada 2019, Presiden Jokowi telah menyalurkan bantuan pangan nontunai (BPNT) sebesar Rp 110.000 per bulan kepada 15,6 juta keluarga miskin.
Elisabeth Kusrini menambahkan, politisasi bansos semakin terlihat jelas ketika distribusi tidak dilakukan oleh Kementerian Sosial tapi melibatkan pimpinan partai politik.
Yang menjadi pokok perhatian pula, data mengenai penerima bansos yang dipakai juga bukan yang dimiliki Kemensos, tapi data dari Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
“Akibatnya, terjadi ketidaksesuaian data dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan di kalangan masyarakat," pungkas Elisabeth Kusrini.
Artikel Terkait
Cara makan Croissant yang Benar Kata Ahli Tata Krama Inggris
Buckingham Palace Umumkan Raja Charles III Terdiagnosis Kanker; Sebuah Lompatan Sejarah dan Tradisi Kerajaan Inggris
Elektabilitas Prabowo Gibran Naik Jadi 52%, Komandan TKN: "Syukur Alhamdulilah"
Soal Survei Populi Center, Nusron Wahid: Kepastian untuk Menang Sekali Putaran Makin Terlihat
TPM Ganjar-Mahfud Ajak Relawan Ikut Mengawasi Pemungutan Suara, Siapkan Kanal Pengaduan Online
Bagaimana Cara Merayakan Isra Miraj Nabi Muhammad menurut Hukum Islam?
Soal Adegan Kekerasan bareng Reza Arap, Amanda Manopo: "Aku Nggak Jijik, Nggak Tahu Kalau Reza"
Lagu ‘Doa untuk Pemimpin Negeri’ untuk Prabowo Gibran Gaet Lebih dari 77 Ribu Viewers
Gibran Minta Alim Ulama dan Para Santri Kawal Program Dana Abadi Pesantren
Civitas Akademika Diimbau Menghindari Pernyataan Yang Menyulut Suasana Penuh Ketegangan