Budiman menyatakan tidak meragukan banyak aktivis yang benar-benar mencintai bangsa Indonesia dengan nurani dan nalar yang independen.
“Namun saya dalam posisi mengingatkan, ada kepentingan asing yang mengerucut dalam Pemilu saat ini terutama terkait hilirisasi, dan mencegah keberlanjutan pembangunan,” jelasnya.
“Jadi saya mengimbau para aktivis agar tidak ikut-ikutan agenda asing. Seringkali ini juga tidak disadari bahwa sebenarnya ada sebagian aktivis yang sedang membela kepentingan asing.
Baca Juga: Mengatasi Batasan Usia dalam Pencarian Kerja di Pasar Kerja Modern, Usia Jadi Pertimbangan Relevan?
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama kepada agenda yang didanai oleh asing. Agenda aktivis harus mengaitkan demokrasi dengan keadilan sosial, keadilan global, dan dengan kemajuan.
Tahun 2024 ini, lanjut Budiman, Indonesia punya kesempatan untuk memiliki pemimpin yang tidak hanya berkomitmen pada keberlanjutan pembangunan, tetapi juga pemimpin yang berani, cerdas, dan strategis cara berpikirnya.
“Kesempatan tak akan datang lagi, ini harus kita ambil,” pungkas Budiman.
Artikel Terkait
6 Makanan Teraneh di Dunia, Ada yang Mau Coba?
Lampir, Kisah Urban Legend yang Mengangkat Isu Beauty Privilege Agar Relate dengan Penonton Muda
Raja Charles III Tampil Kembali Beri Pernyataan ke Publik dan Berujar Terima Kasih
Binus School Semarang Membuka Lowongan Kerja MS/HS Subject Teacher (Sociology)
Usai Perayaan Imlek, Generasi Z dan Generasi Milenial di China malah Deg-degan
Buntut Persoalan Lionel Messi Tak Jadi Tanding Sepak Bola di Hong Kong: Penonton Minta Pengembalian Uang, Pemerintah China Bereaksi
Siap-siap Tangkap Peluang Jadi Tenaga Perawat Kesehatan dan Bidan di Singapura