“Jadi tidak langsung 82,9 juta anak langsung mendapatkan program ini pada tahun 2025. Daerah yang paling memungkinkan dan membutuhkan akan diprioritaskan terlebih dahulu pada tahun pertama,” jelasnya.
Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, 2026, 2027, dan seterusnya, jumlah penerima program akan terus ditambah. Sehingga mencapai target maksimal 82,9 juta anak akan menerima Program Makan Siang dan Susu Gratis pada Tahun 2029.
“Nah, pernyataan saya di bagian ini yang dipotong dan dihilangkan,” tukas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Budisatrio menduga ini bagian dari misinformasi yang sengaja disebarkan di masa tenang kampanye lalu.
“Padahal pernyataan saya yang dipotong tersebut adalah pernyataan di tanggal 4 Desember. Lalu dimunculkan kembali tanggal 13 Februari, lebih dari dua bulan kemudian,” jelasnya.
“TKN pada masa tenang tidak merespons karena kami sangat menghargai masa tenang. Namun karena sampai sekarang masih beredar, akhirnya kita putuskan untuk melakukan klarifikasi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Diperani Jefri Nichol, Mengapa Film Ali Topan Justru Menghapus Julukan "Anak Jalanan" dari Judulnya?
10 Penyakit Akibat Stres: Tak Cuma Sakit Kepala, Tapi Juga Depresi sampai Kematian Dini!
Banyak Penyakit Muncul Akibat Stres, Gimana Caranya Lawan Stres dan Bikin Tubuh Sehat Lagi?
China Ajarkan Generasi Z atau Gen Z Rayakan Pernikahan Bersama Keluarga
Lowongan Kerja Senior Fullstack Developer di PT Aigen Global Teknologi
2 Hal yang Wajib Menjadi Perhatian dan Kepedulian Lebih Banyak Orang Indonesia di Samping Stunting
Cara Indonesia Menggaet Lebih dari 2,5 Juta Turis China ke Bali