Pejuangkantoran.com - Hari Stand Up Internasional terhadap Penindasan atau bullying diperingati pada 23 Februari 2024.
Hari peringatan ini dilakukan setiap tahun pada hari Jumat ketiga bulan November bertepatan dengan Pekan Anti-Penindasan, yang dijadwalkan dari tanggal 14 hingga 18 November dan kemudian pada hari Jumat terakhir bulan Februari.
Acara ini diselenggarakan oleh Aliansi Anti-Bullying.
Baca Juga: Mark Ruffalo Soal Film Solo Hulk: Harganya Kemahalan!
Tak cuma terjadi di sekolah seperti yang kasus bullying di Binus School Serpong, tapi ini juga terjadi di tempat kerja atau kantor sampai ke organisasi.
Bullying hanya bisa diselesaikan dengan kerjasama dari berbagai pihak. Sebagai wujud dari kepedulian ini, orang-orang disarankan untuk mengenakan kemeja merah muda untuk mengambil sikap publik terhadap penindasan.
Ini mengacu pada peristiwa tahun 2007 yang terjadi di Kanada: seorang anak laki-laki disebut homoseksual karena mengenakan pakaian berwarna pink di sekolah dan diancam akan dipukuli.
Teman sekelas mengambil inisiatif untuk memulai kampanye "lautan merah muda", menyerukan anak-anak lain untuk memakai warna pink di sekolah.
Baca Juga: Buat yang Pengalaman 5 Tahun di HR, Coca Cola Buka Lowongan Kerja Manager, People & Culture
Sejak itu, hari tersebut didedikasikan untuk menunjukkan dukungan kepada mereka yang membutuhkan seseorang untuk membela mereka.
Artikel Terkait
Waspada 5 Makanan Merusak Otak, Jangan Jajan Sembarangan di Kantor
Wanita Italia Palsukan 17 Kehamilan demi Dapat Tunjangan dan Cuti Hamil
Ada Tawaran untuk Gen Z atau Generasi Z Jadi Mahasiswa Abroad di Universitas Tokyo Jepang: Mau?
Menkeu Sri Mulyani Jamin THR PNS Bisa Dibayarkan Seluruhnya Sebelum Lebaran Tiba
Lionel Messi Cuma Penghangat Bangku Cadangan Laga Sepak Bola di Hong Kong, Penyelenggara Berhitung Rugi
Dapat Hadiah dari Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Diduga Bertambah Koleksi Mobilnya
Panglima Angkatan Bersenjata Australia Kunjungi Prabowo untuk Tingkatkan Kerjasama Pertahanan
WHO: Setelah Covid-19, Tantangan Dunia Berikutnya adalah Wabah Campak
Lelaki Milenial Korea Selatan Kian Banyak Urus Rumah Tangga, Tak Lagi Jadi Pejuang Kantoran, Tidak Aktif secara Ekonomi Pula
Korea Selatan Butuh 110.000 Tenaga Kerja Pengasuh Anak Profesional gegara Perilaku Generasi Milenial