PejuangKantoran.com - Organisasi Kesehatan Dunia mengingatkan bahwa jumlah perempuan dewasa kena obesitas menanjak dua kali.
Lantas, cuma dalam kurun waktu 32 tahun sejak 1999, temuan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menunjukkan hal ini pula.
Faktanya, di seluruh dunia, jumlah anak-anak dan remaja terkena obesitas naik empat kali.
Riset menunjukkan promosi agresif penjualan makanan tidak sehat menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kegemukan di seluruh dunia.
Sementara, di sisi lain, makanan sehat makin mahal harganya.
Ketersediaan makanan sehat juga langka bila dibandingkan dengan makanan tak sehat.
Fakta ini pada akhirnya menimbulkan problem.
Seterusnya, sampai dengan kini, lebih dari satu miliar orang di dunia terlanda obesitas atau kegemukan.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO membeberkan data terkininya sebagaimana laporan BBC.com pada 1 Maret 2024.
"Tak hanya orang usia dewasa, anak-anak juga makin banyak yang mengalami obesitas," bunyi riset WHO tersebut.
Obesitas atau kegemukan terjadi karena kelebihan lemak tubuh.
Pemicu obesitas adalah banyaknya asupan kalori pada tubuh yang menumpuk karena tidak terbakar pada proses olahraga dan pergerakan tubuh lainnya.
"Obesitas memicu munculnya penyakit lain," kata WHO.
WHO mencatat, di seluruh dunia, 880 juta orang dewasa menyandang obesitas.
Artikel Terkait
Muncul Setiap Musim Mudik Balik Lebaran, Apakah Arti Istilah Toeslag atau Tuslah?
Segini Jumlah Bus untuk Mudik Gratis 2024 dari DKI Jakarta
Lebih dari Satu Miliar Orang di Dunia Terlanda Obesitas atau Kegemukan
Waktunya Libur, Ini 4 Bahaya Kerja di Akhir Pekan!
27 Ribu Orang Akan Pulang Kampung dengan Mudik Gratis dari Jakarta
Riset: Promosi Makanan Tak Sehat yang Agresif Jadi Pemicu Tingginya Angka Kegemukan
Yuk Tidur Nyenyak Malam Ini, Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Tidur Pulas dan Berkualitas
Pemerintah DKI Jakarta Siapkan Dana Rp 13 Miliar untuk Mudik Gratis
WHO: Jumlah Anak-anak dan Remaja Terkena Obesitas Naik Empat Kali
Mudik Gratis BUMN, ada Peningkatan Jumlah Kuota Pemudik
Generasi Z dan Gen Z Pekerja Masa Kini Bisa Kembangkan Wakaf Produktif dan Wakaf Uang
Mudik Gratis BUMN 2024, Damri Beri Dukungan