"Sementara, 159 juta usia anak terkena obesitas," kata WHO.
3 jenis penyakit
WHO mengatakan bahwa punya catatan terhadap 190 negara yang penduduknya mengalami obesitas.
Dari komposisi jenis kelamin penduduk, sekitar 80 persen penduduk Tonga dan Nauru terkena obesitas.
WHO menambahkan juga, penyandang obesitas sering terlanda sedikitnya 3 jenis penyakit.
"Pertama, orang obesitas atau kegemukan sering terkena penyakit jantung," kata WHO.
Di urutan kedua di belakang penyakit jantung adalah penyakit diabetes atau gula paling mengancam orang kegemukan.
"Beberapa jenis penyakit kanker juga melanda orang kegemukan atau obesitas," kata WHO.
Peneliti WHO pun menyebut beberapa negara bahkan sudah berada dalam status kritis obesitas.
Alasannya, di negara-negara itu, jumlah penduduk kegemukan atau obesitas di atas 80 persen dari jumlah populasi.
"Kondisi ini yang disebut krisis obesitas," kata WHO.
Lantas, pria dewasa dengan obesitas, jumlahnya bisa baik tiga kali lipat.
"Sudah waktunya seluruh dunia menaruh perhatian serius mengurangi obesitas demi kesehatan," pungkas WHO.
Artikel Terkait
Muncul Setiap Musim Mudik Balik Lebaran, Apakah Arti Istilah Toeslag atau Tuslah?
Segini Jumlah Bus untuk Mudik Gratis 2024 dari DKI Jakarta
Lebih dari Satu Miliar Orang di Dunia Terlanda Obesitas atau Kegemukan
Waktunya Libur, Ini 4 Bahaya Kerja di Akhir Pekan!
27 Ribu Orang Akan Pulang Kampung dengan Mudik Gratis dari Jakarta
Riset: Promosi Makanan Tak Sehat yang Agresif Jadi Pemicu Tingginya Angka Kegemukan
Yuk Tidur Nyenyak Malam Ini, Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Tidur Pulas dan Berkualitas
Pemerintah DKI Jakarta Siapkan Dana Rp 13 Miliar untuk Mudik Gratis
WHO: Jumlah Anak-anak dan Remaja Terkena Obesitas Naik Empat Kali
Mudik Gratis BUMN, ada Peningkatan Jumlah Kuota Pemudik
Generasi Z dan Gen Z Pekerja Masa Kini Bisa Kembangkan Wakaf Produktif dan Wakaf Uang
Mudik Gratis BUMN 2024, Damri Beri Dukungan