Terapi Psikologis
Atika menekankan bahwa terapi psikologis yang umumnya digunakan untuk mengatasi kecanduan, baik itu substance maupun non-substance, lebih berfokus pada modifikasi perilaku. Ini melibatkan psikoedukasi dan pembentukan pola pikir yang lebih sehat. Terapijuga mencakup identifikasi alasan di balik penggunaan media sosial sebagai koping serta memberikan alternatif coping yang lebih sehat.
“Terapi psikologis yang biasanya digunakan untuk kecanduan, lebih banyak berbasis terapi perilaku. Ada beberapa modifikasi perilaku yang biasanya diberikan kepada individu yang kecanduan, termasuk diiringi dengan psikoedukasi. Jadi kita percaya bahwa perilaku itu sebenarnya adalah produk dari pola pikir,” jelasnya.
“Pentingnya memberikan alternatif bagi individu yang cenderung menggunakan media sosial sebagai solusi atas masalah atau stres yang mereka hadapi. Strategi coping yang terus- menerus menggunakan media sosial dapat memperburuk masalah kesehatan mental mereka,” tambahnya.
Artikel Terkait
Fasilitas Mewah Markas Bali United Training Center Diuji Selama Perhelatan Barati Cup Bali 2024
Jelang Ramadan, Ini Makna Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua dan Bacaan Niatnya
Riset: Mempertimbangkan Kembali Lokasi Bekerja para Pekerja Kantoran Usai Pandemi Covid-19
Dari 4 Orang Generasi Z atau Gen Z Pekerja, Hanya 1 Orang yang Pertimbangkan Menabung
Saham Google Turun Gara-gara Gemini, CEO Google Sundar Pichai Didesak untuk Mundur
Pengelolaan Keuangan, Generasi Z Pekerja Jalani 4 Gaya Hidup
Generasi Z dan Generasi Milenial Suka Keluarkan Uang untuk Belanja Tak Penting
Mudik 2024, Silakan Manfaatkan Motis
Sempat 9 Bulan Jadi Orang Paling Tajir di Muka Bumi, Elon Musk Tersungkur di Depan Jeff Bezos
5 Tips Menitipkan Sepeda Motor Melalui Program Motis untuk Mudik Lebaran