Survei: Bos Perempuan di Perusahaan-perusahaan Besar Makin Banyak, tapi...

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Kamis, 7 Maret 2024 | 10:57 WIB
Linda Yaccarino, CEO Twitter yang ditunjuk Elon Musk menggantikan posisinya, cukup berpengalaman di dunia media dan iklan. (Ilustrasi: Sugawa/Lucy Indesky)
Linda Yaccarino, CEO Twitter yang ditunjuk Elon Musk menggantikan posisinya, cukup berpengalaman di dunia media dan iklan. (Ilustrasi: Sugawa/Lucy Indesky)

PejuangKantoran.com - Di dunia kerja saat ini, fakta menunjukkan bahwa bos perempuan di perusahaan-perusahaan makin banyak.

Akan tetapi, fakta pula, ketidaksetaraan antara bos perempuan dengan bos lelaki pun kian marak.

Laman japantoday.com edisi Kamis 7 Maret 2024 merilis survei terkini Equileap berkenaan dengan fenomena perempuan menjadi petinggi di berbagai perusahaan besar.

Equileap menyebut bahwa surveinya berfokus di negara-negara berkembang.

"Di negara-negara berkembang, hanya 7 persen dari CEO perusahaan-perusahaan besar adalah perempuan," kata Equileap.

"Lalu, di negara-negara berkembang pula, 17 persen dari total jumlah direktur keuangan perusahaan besar adalah perempuan," imbuh Equileap.

Tantangan terbesar, kata CEO Equileap Diana van Maasdijk, kesetaraan gender yang belum bersua antara bos perempuan dengan bos lelaki.

Bos perempuan

Menyitir data termutakhir dari World Economic Forum atau weforum, pada laporannya di tahun 2023, ada peningkatan jumlah perempuan yang mencapai posisi pemimpin puncak di berbagai perusahaan besar.

Pada periode 2016, jumlah bos perempuan adalah 33 persen dari total CEO.

Lantas, pada 2022, angka jumlah bos perempuan naik menjadi 37 persen.

"Kendati begitu, angka kenaikan tersebut masih menempatkan bos perempuan dalam status minoritas di kalangan pemimpin puncak perusahaan-perusahaan besar," kata weforum.

Catatan juga menunjukkan sejak 200 tahun silam, struktur pekerjaan memang dibangun untuk lelaki, bukan perempuan.

Lantas, survei Deloitte terhadap 10500 perusahaan di 51 negara per 2021 menunjukkan hal ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X