Aturan Mengqadha Puasa, Utang Puasa Sebelum Ramadhan Tiba

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 7 Maret 2024 | 22:00 WIB
 ilustrasi puasa qadha (pexels.com)
ilustrasi puasa qadha (pexels.com)
  • Jumlah hari puasa sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan saat Ramadan. Misalnya, Anda tidak berpuasa selama 7 hari, maka wajib menggantinya juga sebanyak 7 hari.
  • Jika lupa jumlah hari yang ditinggalkan, maka bisa mengambil jumlah maksimal dari puasa yang ditinggalkan.
  • Dianjurkan mengqadha puasa berurutan. Jadi, jika batal puasa Ramadan sebanyak 3 hari, Anda disunnahkan menggantinya dengan berpuasa 3 hari berturut-turut di luar Ramadan. Tetapi, tidak apa-apa juga jika membayarnya selang-seling.
  • Membaca niat puasa qadha di malam hari atau saat menyantap sahur. Niat puasa yang bisa diucapkan adalah Nawaitu shauma ghadin 'an qadaa'i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa. 
  • Selama beribadah, Anda juga dianjurkan untuk menjalani amalan baik lainnya, seperti salat sunnah, membaca Alquran, dan sedekah.

Baca Juga: 4 Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur dalam Islam

Kapan Harus Membayar Qadha Puasa?

Ada beberapa momen waktu yang dianjurkan untuk membayar qadha puasa. Meski demikian ada waktu yang dianjurkan dan dilarang untuk berpuasa. 

Waktu yang Dianjurkan untuk puasa

Hutang puasa Ramadan sebaiknya dibayarkan sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya. Adapun waktu yang disarankan yaitu:

  • Qadha puasa di bulan Syawal. Selama bukan pada hari raya, Anda bisa membayar puasa qadha di bulan Syawal. Bahkan, Anda juga diperbolehkan menggabung puasa sunnah 6 hari bulan Syawal dengan qadha dan mendapatkan pahala atas keduanya.
  • Qadha puasa di bulan Sya’ban. Sebagian ulama menyebutkan batas waktu membayar hutang puasa Ramadan, yaitu maksimal sebelum pertengahan bulan Sya’ban di tahun berikutnya. Jika dilakukan setelahnya maka hukumnya menjadi makruh.
  • Qadha puasa berbarengan puasa sunnah Anda bisa membayar hutang puasa Ramadan tahun sebelumnya bersamaan dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis.

Baca Juga: Survei: Bos Perempuan di Perusahaan-perusahaan Besar Makin Banyak, tapi...

Waktu yang Dilarang untuk puasa

Sebenarnya, mengganti puasa qadha dapat kapan pun di luar bulan Ramadan. Tetapi ada hari-hari terlarang untuk berpuasa, termasuk melakukan mengqadha puasa.

Berikut hari-hari di mana Anda tak boleh melakukan puasa qadha:

  • 1 Syawal, bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri.
  • 10 Dzulhijah, bertepatan dengan Hari Raya Iduladha.
  • 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Tasyrik.
  • Puasa di hari Jumat. Jika ingin berpuasa di hari ini, Anda disunnahkan berpuasa juga di hari Sabtu atau Kamis di pekan yang sama.

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X