PejuangKantoran.com - Kenaikan harga barang dan jasa yang memicu inflasi ternyata menjadi salah satu penyebab orang merasa stres dengan kondisi keuangan mereka, demikian menurut hasil survei yang digelar oleh SurveyMonkey.
Survei yang dirangkum dalam laporan berjudul International Your Money Financial Security Survey ini melibatkan 4.342 orang dewasa, dilakukan pada bulan Maret dan dirilis pada hari Rabu (3/4/2024).
Baca Juga: Yang Mahir Bahasa Jepang, Ada Lowongan Kerja Footwear Production Manager di FOOLS Inc. Nih!
Dalam survei tersebut terungkap pula, banyak orang dewasa mengatakan bahwa kondisi keuangan mereka lebih buruk dibandingkan orang tua mereka. Akibatnya mereka menjadi pesimis tentang masa depan keuangan anak-anak mereka.
Sekitar 70% orang dewasa di Amerika Serikat, Australia, Spanyol, dan Meksiko, mengatakan bahwa mereka sangat atau agak stres tentang uang.
Persentase tersebut sedikit lebih rendah di Inggris (63%), Jerman (57%), Swiss (55%), serta di Singapura (49%) dan Prancis (48% ).
Di negara-negara tersebut, antara setengah hingga dua pertiga orang menganggap diri mereka sebagai bagian dari kelas menengah -kecuali di Inggris, di mana angka tersebut lebih rendah, yaitu 37%.
Baca Juga: Tugas dan Tanggung Jawab Compliance Officer, dan Skills yang Dibutuhkan untuk Menerapkan Kepatuhan
Secara tradisional, kelas menengah dianggap nyaman secara finansial. Namun antara 45% hingga 62% dari mereka yang menempatkan diri mereka dalam kelompok kelas menengah justru menggambarkan bahwa mereka "hidup dari gaji ke gaji."
Jumlah orang dewasa di Australia, Jerman, dan Inggris yang mengatakan bahwa kondisi keuangan mereka lebih buruk dibandingkan lima tahun yang lalu memiliki persentase yang sama, yaitu 51%.
Sementara itu, dari semua negara yang disurvei, hanya orang dewasa di Singapura (57%), Amerika (59%), dan Meksiko (75%) yang mengatakan bahwa mereka lebih baik secara finansial dibandingkan orang tua mereka.
Inflasi disebut-sebut sebagai sumber utama tekanan keuangan, selain kurangnya tabungan, ketidakstabilan ekonomi, dan kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Mengapa Perusahaan Perlu Memiliki Divisi Compliance, Betulkah Membuat Pelanggan Lebih Percaya?
"Kesehatan ekonomi global, meskipun diredam di beberapa area, tidak tercermin dalam persepsi rata-rata orang.
"Terlepas dari kinerja ekonomi secara keseluruhan, sekitar setengah dari orang dewasa merasa stres dengan kondisi keuangan mereka di setiap negara yang diteliti di seluruh dunia," kata Eric Johnson, CEO SurveyMonkey.
Artikel Terkait
BPS: Tingkat Pengangguran Jawa Tengah Ada 1 Juta Orang Lebih di 2023
Contoh Jawaban Saat Menunda Negosiasi Gaji dengan Rekruter sampai Kamu Siap Menjawabnya
Lukman Sardi Takjub dengan Keajaiban yang Terjadi Selama Penggarapan Film Glenn Fredly The Movie
Darurat Etiket di Tempat Kerja, Karyawan Muda Jangan Hanya Mementingkan Hard Skill!
Mau Mudik? Ini Cara Mengatur Uang THR Biar Nggak Mendadak Kere PascaLebaran
4 Contoh Draft Surat Resign Sopan dan Sederhana yang Bisa Kamu Tiru: Cocok Buat yang Mau Resign Usai THR Lebaran
Ini Alasan Kamu Harus Nonton Road House di Prime Video : Ada Jake Gyllenhaal dan Debut McGregor