Hari Perawat Internasional: Tulang Punggung Layanan Kesehatan yang Masih Dipandang Rendah

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 12 Mei 2024 | 14:40 WIB
Ilustrasi: Tanggal 12 Mei diperingati sebagai International Nurse Day (IND) atau Hari Perawat Internasional. Tema tahun 2024 adalah “Perawat Kita Masa Depan Kita, Kekuatan Ekonomi Perawatan”. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Tanggal 12 Mei diperingati sebagai International Nurse Day (IND) atau Hari Perawat Internasional. Tema tahun 2024 adalah “Perawat Kita Masa Depan Kita, Kekuatan Ekonomi Perawatan”. (Freepik/Jcomp)

PejuangKantoran.com - Hari ini, Minggu, 12 Mei 2024, diperingati sebagai International Nurse Day (IND) atau Hari Perawat Internasional. Pada hari ini, masyarakat diajak untuk menghormati dan mengakui peran penting perawat dalam menyediakan layanan kesehatan di seluruh dunia.

Hari ini menandai kontribusi yang diberikan perawat kepada masyarakat, seringkali dalam keadaan yang penuh tantangan, dan menyoroti perlunya dukungan dan penghargaan yang berkelanjutan terhadap profesi keperawatan.

Tahun ini, Hari Perawat Internasional mengambil tema “Our Nurses Our Future, The Economic Power of Care,” untuk menyoroti manfaat ekonomi dan sosial dari investasi di sektor keperawatan.

Baca Juga: Stylist Zendaya Sebut 5 Desainer yang Menolak Busananya Dikenakan Sang Aktris di Red Carpet

Sebagai tenaga kerja teregulasi terbesar di sektor kesehatan, perawat mencakup berbagai bidang kesehatan dan bagaimana profesi ini mampu membuat perbedaan dalam kehidupan semua orang di seluruh dunia.

“Cara yang paling berarti untuk mengucapkan terima kasih adalah dengan memastikan kita menjaga kesejahteraan perawat, dengan membantu menjadikan keperawatan sebagai profesi yang membuat mereka bangga dan merasa benar-benar dihargai,” kata Emma Hickson, Kepala Perawat Nasional di Health NZ.

Bidadari Berlampu

Membicarakan peran perawat tak bisa terlepas dari sosok Florence Nightingale, perawat kelahiran Firenze, Italia, 12 Mei 1820, yang hari lahirnya diperingati setiap tahun sebagai Hari Perawat Internasional.

Perempuan lulusan King’s College, London, ini dikenal dengan julukan Bidadari Berlampu, atas jasanya mengumpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia.

Ia dianggap sebagai pelopor keperawatan modern. Selama Perang Krimea, Florence menggunakan apa yang dia pelajari di sana untuk menciptakan sistem keperawatan holistik ketika dia kembali ke rumah.

Baca Juga: Lowongan Pekerjaan Jadi Public Relations di PT Paragon Corp, Cocok Buat Kamu yang Gaul

Sebagai seorang penulis produktif, Florence kerap berbagi metode keperawatan melalui tulisannya. Dia juga seorang ahli statistik yang terampil, menyajikan temuannya, dan menarik kesimpulan menggunakan data dan grafik.

Pada tahun 1870, ia mendirikan sekolah perawat sekuler pertama. Ini bekerja sama dengan Rumah Sakit St. Thomas di London – yang sekarang menjadi bagian dari King’s College.

Florence juga berperan dalam memperkenalkan praktik sanitasi dan kebersihan utama serta topi perawat sebagai bagian dari seragam perawat.

Hanya 10% perawat pria

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: National Today, icn.ch, Health.govt.nz

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X