12 Cara Melatih Otak Agar Jadi Orang yang Lebih Bahagia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 12 Mei 2024 | 08:00 WIB
Ilustrasi kebiasaan orang bahagia. (Unsplash.com/Fernando Brasil)
Ilustrasi kebiasaan orang bahagia. (Unsplash.com/Fernando Brasil)

PejuangKantoran.com - Jika kamu berpikir menjadi orang yang lebih bahagia bukanlah hal yang diinginkan, ada beberapa ilmu saraf perilaku serius yang akan mengubah pikiran kamu untuk selamanya.

“Kita mempunyai kendali lebih besar [atas kebahagiaan kita] daripada yang kita kira,” kata Elissa Epel, PhD , profesor dan wakil ketua Departemen Psikiatri di Universitas California San Francisco dan penulis The Stress Prescription: Seven Days to More Joy and Kemudahan.

"Kita dapat mengambil kendali dan menemukan apa yang dapat kita lakukan sekarang—hal-hal kecil yang dapat meningkatkan perasaan gembira atau puas."

Baca Juga: 5 Skill dengan Potensi Meraih Penghasilan Tinggi yang Perlu Kamu Pelajari pada Tahun 2024

Ini bukan cara Epel mengatakan bahwa kita bisa langsung bertindak dan mewujudkan kebahagiaan.

Namun penelitiannya menunjukkan bahwa tidak peduli temperamen bawaan atau keadaan eksternal kita, kita dapat meningkatkan perasaan sejahtera secara berkelanjutan.

Berdasarkan temuan dari The Big JOY Project , sebuah upaya sains warga sedunia yang diciptakan bersama oleh Epel, jawabannya terletak pada kekuatan kebiasaan . Secara khusus, kebiasaan mikro—perilaku dan aktivitas sehari-hari yang sederhana dan dapat ditindaklanjuti.

Berikut cara melatih otak agar menjadi orang yang bahagia:

1. Lakukan 5 tindakan kebaikan setiap hari
“Bisakah kamu mencoba melakukan lima tindakan baik untuk orang lain?” Epel bertanya.

Pikirkan tentang menghadiahkan momen kebahagiaan kecil kepada orang lain. Kirimkan pesan teks lucu kepada teman Anda, telepon kakek Anda, tulis komentar positif di postingan Instagram, ambil sampah, bawakan latte kepada penjaga pintu Anda. 

2. Fokus pada rasa syukur

Bagaimana? Buatlah hal yang konkret: Tuliskan, ucapkan dengan lantang, pikirkan hal pertama di pagi hari. “Buatlah daftar hal-hal yang Anda syukuri, kecil dan besar,” kata Epel.

"Rasa syukur adalah penangkal stres. Kita bisa mengarahkan diri kita ke jalur yang lebih positif untuk hari ini jika kita memulai pagi hari dengan rasa syukur. Saat Anda bangun, pikirkan sesuatu yang Anda syukuri."

Baca Juga: 4 Kesalahan Leader yang Berkaitan dengan Egonya yang Tidak Terkendali, Terapkan Managemen Ego!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X