PejuangKantoran.com - Hari ini, Minggu, 12 Mei 2024, diperingati sebagai International Nurse Day (IND) atau Hari Perawat Internasional. Pada hari ini, masyarakat diajak untuk menghormati dan mengakui peran penting perawat dalam menyediakan layanan kesehatan di seluruh dunia.
Hari ini menandai kontribusi yang diberikan perawat kepada masyarakat, seringkali dalam keadaan yang penuh tantangan, dan menyoroti perlunya dukungan dan penghargaan yang berkelanjutan terhadap profesi keperawatan.
Tahun ini, Hari Perawat Internasional mengambil tema “Our Nurses Our Future, The Economic Power of Care,” untuk menyoroti manfaat ekonomi dan sosial dari investasi di sektor keperawatan.
Baca Juga: Stylist Zendaya Sebut 5 Desainer yang Menolak Busananya Dikenakan Sang Aktris di Red Carpet
Sebagai tenaga kerja teregulasi terbesar di sektor kesehatan, perawat mencakup berbagai bidang kesehatan dan bagaimana profesi ini mampu membuat perbedaan dalam kehidupan semua orang di seluruh dunia.
“Cara yang paling berarti untuk mengucapkan terima kasih adalah dengan memastikan kita menjaga kesejahteraan perawat, dengan membantu menjadikan keperawatan sebagai profesi yang membuat mereka bangga dan merasa benar-benar dihargai,” kata Emma Hickson, Kepala Perawat Nasional di Health NZ.
Bidadari Berlampu
Membicarakan peran perawat tak bisa terlepas dari sosok Florence Nightingale, perawat kelahiran Firenze, Italia, 12 Mei 1820, yang hari lahirnya diperingati setiap tahun sebagai Hari Perawat Internasional.
Perempuan lulusan King’s College, London, ini dikenal dengan julukan Bidadari Berlampu, atas jasanya mengumpulkan korban perang pada perang Krimea, di semenanjung Krimea, Rusia.
Ia dianggap sebagai pelopor keperawatan modern. Selama Perang Krimea, Florence menggunakan apa yang dia pelajari di sana untuk menciptakan sistem keperawatan holistik ketika dia kembali ke rumah.
Baca Juga: Lowongan Pekerjaan Jadi Public Relations di PT Paragon Corp, Cocok Buat Kamu yang Gaul
Sebagai seorang penulis produktif, Florence kerap berbagi metode keperawatan melalui tulisannya. Dia juga seorang ahli statistik yang terampil, menyajikan temuannya, dan menarik kesimpulan menggunakan data dan grafik.
Pada tahun 1870, ia mendirikan sekolah perawat sekuler pertama. Ini bekerja sama dengan Rumah Sakit St. Thomas di London – yang sekarang menjadi bagian dari King’s College.
Florence juga berperan dalam memperkenalkan praktik sanitasi dan kebersihan utama serta topi perawat sebagai bagian dari seragam perawat.
Hanya 10% perawat pria
Artikel Terkait
Agency Terkemuka Ogilvy Membuka Posisi Senior Content Strategist, yang Minat Buruan Ngelamar!
Perusahaan Besar Wajibkan Bos-bosnya Bekerja 6 Hari Seminggu untuk Tanamkan Sense of Crisis
5 Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia (Untunglah, Indonesia Tidak Termasuk)
Hiroyuki Sanada Sepakat untuk Kembali Tampil sebagai Lord Yoshii Toranaga di Shogun Season 2
5 Skill dengan Potensi Meraih Penghasilan Tinggi yang Perlu Kamu Pelajari pada Tahun 2024
6 Tantangan saat Meninggalkan Pekerjaan yang Sudah Lama Dijalani untuk Memulai Sesuatu yang Baru
12 Cara Melatih Otak Agar Jadi Orang yang Lebih Bahagia