Namanya Berubah Jadi "Setan" akibat Autocorrect, Orang Ini Desak Microsoft Perbaiki Masalah

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 19:05 WIB
Banyak orang yang namanya berubah akibat koreksi otomatis pada ponsel menganggap hal itu kekurangan autocorrect yang merugikan. (PejuangKantoran.com/Felicitas Harmandini)
Banyak orang yang namanya berubah akibat koreksi otomatis pada ponsel menganggap hal itu kekurangan autocorrect yang merugikan. (PejuangKantoran.com/Felicitas Harmandini)

Esmae dikoreksi otomatis menjadi Admar, sementara Nigel tidak berubah.

“Ada begitu banyak nama yang beragam di mayoritas global, namun autocorrect berfokus pada negara-negara barat dan kulit putih,” kata Savan-Chandni Gandecha.

Microsoft sebelumnya sudah meluncurkan pemeriksa ejaan inklusivitas dalam perangkat lunak Office 365.

Baca Juga: 7 Cara Setting iPhone Kamu Agar Kerja Jadi Lebih Produktif

Fitur tersebut bisa diaktifkan untuk meminta pengguna, misalnya,  mengubah “headmaster” menjadi “principal” (keduanya bermakna kepala sekolah), “master” menjadi “expert”, dan “manpower” menjadi “workforce” (tenaga kerja).

Bias rasial?

Tahun lalu, organisasi nirlaba People Like Us menjalankan kampanye papan reklame yang menyoroti bias autocorrect yang mendukung warisan Inggris dan mengaitkan masalah ini dengan kesenjangan gaji berdasarkan etnis.

“Bagi orang dengan nama seperti saya, koreksi otomatis tidak nyaman dan membantu. Itu tidak membantu. Dan itu berbahaya,” tukas Rashmi Dyal-Chand, profesor di Northeastern University di AS.

Nama Rashmi terkadang dikoreksi menjadi Sashimi.

Penelitiannya mengenai bias rasial dalam koreksi otomatis menyimpulkan: “Kita semua semakin bergantung pada smartphone, tablet, word processors, dan aplikasi yang menggunakan autocorrect.

Baca Juga: Sudah Raih 5 Juta Penonton, Vina Sebelum 7 Hari Diminta Segera Ditarik dari Peredaran!

“Namun autocorrect menggabungkan serangkaian default –termasuk kamus– yang membantu beberapa penggunanya berkomunikasi dengan lancar tetapi mengorbankan pengguna lain yang tidak bisa.”

Hingga sekarang, belum ada solusi untuk mengatasi kekurangan autocorrect tersebut, atau meminta maaf pada orang-orang yang namanya berubah akibat autocorrect.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X