Saham Microsoft naik sekitar 20% sepanjang tahun ini. Raksasa perangkat lunak ini juga menjadi penerima manfaat besar dari booming AI, setelah mengambil saham signifikan di OpenAI dan mengintegrasikan model AI startup tersebut ke dalam produk-produk terpentingnya, termasuk Office dan Windows.
Microsoft adalah salah satu pembeli terbesar unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia untuk layanan cloud Azure-nya. Perusahaan baru saja merilis laptop generasi baru yang dirancang untuk menjalankan model AI-nya, yang disebut Copilot+.
Nvidia adalah pendatang baru yang menyandang predikat perusahaan AS paling berharga. Selama beberapa tahun terakhir, Apple dan Microsoft telah memperdagangkan predikat tersebut.
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Rizal Mantovani Mau Menyutradarai Film Jurnal Risa
Kenaikan Nvidia begitu pesat sehingga perusahaan tersebut belum masuk dalam daftar Dow Jones Industrial Average, yang merupakan tolok ukur saham dari 30 perusahaan paling bernilai di AS.
Bersamaan dengan rilis pendapatannya bulan lalu, Nvidia mengumumkan pemecahan saham 10-untuk-1, yang mulai berlaku pada 7 Juni.
Perpecahan ini memberi Nvidia kesempatan yang lebih baik untuk ditambahkan ke Dow, yang merupakan indeks tertimbang harga. Artinya, perusahaan-perusahaan dengan harga saham yang lebih tinggi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap benchmark tersebut.
Artikel Terkait
Memahami Etos Kerja Gen Z yang Sering Dianggap Pemalas dan Ogah Kerja Keras
Lowongan Kerja Manager Copywriter di Klinik Bayi Tabung Morula IVF Indonesia
22% Konsumen Indonesia Bersedia Membeli Barang Preloved, Khususnya Pakaian dan Sepatu
Mirles Buka Lowongan Audisi Film Musikal Rangga & Cinta, Cek Syaratnya di Sini!
Banyak yang Mau Kerja di Amerika, Tapi Hati-hati, Kota Ini Ternyata Jadi Kota Terburuk untuk Memulai Karier
Daftar 10 Kota Termahal di Dunia Berdasar Perbandingan Gaji dan Biaya Hidup Kaum Pekerja
Sebagian Besar Pencari Kerja Ternyata Berbohong atau Berbuat Curang Selama Proses Rekrutmen