Crowdstrike Tawarkan Voucer Makan Uber Eats Senilai $10 kepada Mitra sebagai Permintaan Maaf?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 25 Juli 2024 | 12:49 WIB
Ilustrasi: Benarkah CrowdStrike menawarkan voucer makan Uber Eats senilai $10 kepada mitranya sebagai ganti rugi  atas pemadaman Microsot Jumat (19/7/2024) lalu? (Unsplash/SOCIAL.CUT)
Ilustrasi: Benarkah CrowdStrike menawarkan voucer makan Uber Eats senilai $10 kepada mitranya sebagai ganti rugi atas pemadaman Microsot Jumat (19/7/2024) lalu? (Unsplash/SOCIAL.CUT)

PejuangKantoran.comCrowdStrike, perusahaan cyber security di balik kerusakan komputer besar-besaran pada Jumat (19/7/2024) lalu, dikabarkan menawarkan voucer makan Uber Eats senilai $10 kepada beberapa mitranya pada Selasa (23/7/2024).

Voucer makan itu dianggap menjadi gift card yang diberikan sebagai permintaan maaf karena pembaruan software yang dilakukan menyebabkan jutaan sistem Windows lumpuh.

Update sistem tersebut berdampak pada sekitar 8,5 juta sistem Windows, yang menyebabkan komputer hanya menampilkan layar biru, yang dikenal sebagai “blue screen of death”.

Baca Juga: Penyebab Kegagalan Pembaruan Software Microsoft Windows yang Bikin Layar Biru pada Komputer

CrowdStrike mengatakan pada hari Rabu (24/7/2024) bahwa bug perangkat lunak dalam sistem kendali mutu menyebabkan pembaruan perangkat lunak mengalami kesalahan.

Namun dampak kesalahan itu menyebabkan penundaan penerbangan, pembatalan janji temu ke rumah sakit, kekacauan dalam mengakses rekening bank, dan retailer kehilangan penjualan di seluruh dunia.

Dalam beberapa minggu dan bulan mendatang diperkirakan juga akan muncul miliaran klaim asuransi.

“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan permintaan maaf atas ketidaknyamanan ini,” demikian email dari CrowdStrike ke mitranya, yang pertama kali dilaporkan oleh TechCrunch.

“Untuk mengungkapkan rasa terima kasih kami, secangkir kopi atau late night snack Anda berikutnya akan kami bayari!”

Namun saat TechCrunch memeriksa voucher tersebut, halaman Uber Eats menampilkan pesan “error” yang mengatakan bahwa gift card itu “telah dibatalkan oleh pihak penerbit dan tidak berlaku lagi.”

Baca Juga: Sistem Windows Berangsur Pulih, namun Sistem Lain Mungkin Butuh Ditangani Lebih Lama

TechCrunch lalu mengumpulkan postingan dari beberapa pengguna media sosial yang melaporkan bahwa mereka tidak dapat menukarkan penawaran mereka.

CrowdStrike ternyata memang mengirimkan email pada rekan satu tim yang mendapat pekerjaan tambahan yang disebabkan insiden 19 Juli.

Salah satu pengguna X mengatakan, email CrowdStrike tersebut dikirim oleh Daniel Bernard, Chief Business Officer CrowdStrike.

Namun dalam pernyataannya, Crowdstrike mengatakan bahwa perusahaan tidak mengirimkan voucer makan Uber Eats kepada pelanggan atau klien.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fast Company, Datacenterdynamics.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X