Seragam Kontingen Indonesia di Pembukaan Olimpiade Paris 2024 Diulas Media-media Internasional

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 14:34 WIB
Seragam kontingen Indonesia yang dirancang Didit Hediprasetyo untuk Olimpiade Paris 2024. (Tangkapan layar Vanityfair.it)
Seragam kontingen Indonesia yang dirancang Didit Hediprasetyo untuk Olimpiade Paris 2024. (Tangkapan layar Vanityfair.it)

Sebagai perancang busana, Didit dikenal dengan setelan baju resmi yang elegan, sederhana, dengan kental kesan tradisionalnya.

Untuk pembukaan olimpiade tersebut, desainer lulusan Parsons School of Design New York itu menciptakan seragam yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai artistik tinggi.

Baca Juga: 5 Komponen Penting dalam Statement of Work yang Perlu Diketahui Karyawan Kontrak

Baru saja dirilis, seragam defile kontingen Indonesia itu diulas oleh berbagai media internasional seperti Vanity Fair Italia, Vogue Prancis, dan majalah Numero Prancis.

Dalam artikel di situs web Vanity Fair, disebutkan bahwa seragam kontingen Indonesia merupakan wujud pendekatan holistik yang menghormati kinerja atletik dan kebanggaan budaya.

Setiap karya merupakan penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia yang dinamis, dan meningkatkan rasa persatuan dan kepemilikan.

“Tujuan saya adalah menciptakan desain yang mencerminkan kebanggaan, semangat, dan ketahanan bangsa, sekaligus memastikan para atlet kita tampil dan merasakan yang terbaik saat bertanding di pentas dunia,” kata Didit Hediprasetyo, yang dikutip media tersebut pada Kamis (25/7/2024).

Baca Juga: Ketemu Bos-bos Perusahaan di Paris, Prabowo: Indonesia Segera Mencapai Energi Keberlanjutan

Didit mengungkapkan bahwa untuk seragam kontingen Indonesia di Olimpiade Paris 2024 terinspirasi dari sosok Raden Saleh, seorang pelukis romantis asal Jawa.

Perjalanan seniman dari Jawa Tengah itu hingga ke istana Eropa pada abad ke-19 mencerminkan kebangkitan Indonesia di kancah global.

Karya-karya Raden Saleh yang hadir di ruangan Rijksmuseum dan Louvre merupakan perpaduan antara akar Jawa dan romantisme Eropa, sebuah warisan seni yang berhasil disampaikan Didit dengan apik melalui fashion.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Vanity Fair Italia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X