Berkat Pinjaman KUR dari BRI, Petani Jambu Citra Dari Desa Menawan Ini Panennya Jadi Menawan

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 11:22 WIB
Sukses petani jambu citra di Desa Menawan karena peran KUR BRI. (BRI)
Sukses petani jambu citra di Desa Menawan karena peran KUR BRI. (BRI)

Pejuangkantoran.com Siswadi salah satu petani di Desa Menawan yang tertawan hatinya oleh jambu citra. Buah jambu dengan bentuk menyerupai lonceng ini menjadi komoditas unggulan di wilayah Desa Menawan, Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Daging buahnya yang tebal, kadar airnya tinggi, dan rasanya yang manis, membuat jambu citra disukai Masyarakat.

Jambu citra menjadi salah satu varietas jambu air unggulan yang berhasil 'dipopulerkan' oleh petani di Desa Menawan ini, meskipun bukan buah endemik wilayah tersebut.

Siswadi bercerita kalau sebenarnya desanya memiliki varietas jambu air cincalo.

"Awalnya memang jambu cincalo tumbuh di desa kami, namun pasarnya kurang mengena,” ungkapnya.

Menurut Siswadi,  kemudian ada petani di desa tersebut yang aktif berinovasi dan pergi ke daerah Salaman, Magelang beli bibit jambu.

“Awalnya belum tahu jenisnya jambu apa, sampai akhirnya tumbuh dan ternyata itu adalah jambu citra yang laku banget di daerah Jakarta. Akhirnya warga yang tadinya petani padi, tebu, dan jambu cincalo beralih menanam jambu citra," ujar Siswadi.

Baca Juga: Ingin Lebih Dekat dengan Anak Muda, BRI Sukses Gelar BRImo FSTVL 2024

Kini, ada ribuan pohon jambu citra di di Desa Menawan. Hampir setiap warganya memiliki pohon jambu citra. Siswadi salah satu petani jambu citra.

Awalnya Siswadi hanya memiliki 50 pohon jambu citra yang ditanamnya sendiri. Namun melihat permintaan pasar yang tinggi sekaligus jadi peluang usaha menjanjikan, Siswadi kini memiliki sekitar 150 pohon jambu citra.

Sekali panen dari ratusan pohon itu, Siswadi bisa menghasilan sekitar tiga ton jambu citra.

Meskipun hasil panen terlihat memuaskan, namun bukan berarti Siswadi tak pernah gagal dalam prosesnya. Gagal panen, kata Siswadi, biasanya karena ada kendala hama yang membuat buah jadi busuk, gembos, ada bintik hitam. Biasanya juga disebabkan karena musim kadang hujan kadang panas.

"Kalau nggak disemprot insektisida bisa kena penyakit hama yang membuat buah juga jadi gampang busuk. Kalau nggak langsung dipisahkan bisa menular ke jambu sehat lain. Pernah gagal sampai satu kwintal karena bintik hitam dan busuk, pengepul nggak mau karena cacat sedikit saja, satu malam dibawa ke Jakarta bisa busuk," ujar Siswadi.

Setiap panen raya (2-3 kali dalam setahun), Siswadi selalu menyerahkan hasil panennya ke depo (pengepul) jambu citra yang ada di desanya. Komoditas ini kemudian didistribusikan ke Jakarta, seperti Kramat Jati, kawasan Ceger, Poris, dan ke pedagang kaki lima.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X