Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki Tergolong Besar. Ahli Telah Menduga Penyebabnya

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 4 November 2024 | 19:49 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur meletus
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur meletus

Pejuangkantoran.com Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus pada Senin (04/11/2024) dini hari.

Letusan ini sedikitnya mengakibatkan 10 orang tewas, puluhan lainnya luka-luka, serta sejumlah bangunan terbakar akibat hujan material dari letusan.

Data korban akibat letusan ini merujuk pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (04/11) 10.20 WIB.

"Per hari ini pukul 10.20 WIB kami mengonfirmasi sudah ada 10 korban jiwa, sembilan sudah dievakusi dan satu korban belum dievakuasi karena posisi tertimpa reruntuhan sehingga masih menunggu personal SAR terkait," ujar humas BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pers pada Senin (04/11/2024).

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat selama 58 hari terhitung sejak 4 November sampai 31 Desember 2024.

Akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, empat bandara di Pulau Flores sementara berhenti operasi.

 Baca Juga: Tim Elang Relawan BRI Makin Sigap dalam Upaya Mitigasi terhadap Dampak Bencana

Letusan Besar Dan Peyumbatan

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur melaporkan enam korban jiwa sudah terverifikasi. Mereka berasal dari Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Flores Timur, Redynandus Misenti Moat Aeng, korban meninggal karena "lava pijar panas dan reruntuhan batu."

Erupsi ini melontarkan material batu hingga sejauh enam kilometer dari puncak Gunung Lewotobi.

Letusan Lewotobi Laki-Laki termasuk besar. Letusan yang besar ini, menurut  Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid, dalam konferensi pers daring, Senin 4 November 2024, diduga karena ada sumbatan pada aliran magmanya.

“Dari pengamatan visual dan instrumental yang kami sampaikan bahwa tanggal 1 dan 2 November itu ada aktivitas letusan tapi cenderung mengecil dan bahkan semacam ‘hidden’, justru kami curiga ada penyumbatan,” kata Muhammad Wafidi seperti yang dikutip oleh Tempo.co.

Baca Juga: Amnesty International Buka Lowongan Kerja Human Resources Officer untuk yang Peduli Perjuangan Hak Asasi Manusia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X