Pemberdayaan UMKM di Daerah 3T Komitmen BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Bawah

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 26 November 2024 | 16:06 WIB
Komitemn BRI memberdayakan UMKM, terutama di daerah 3T. (BRI)
Komitemn BRI memberdayakan UMKM, terutama di daerah 3T. (BRI)

Pejuangkantoran.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu bisa membantu pembentukan produk domestik bruto, menyerap tenaga kerja, menopang stabilitas sistem keuangan dan perekonomian, mengurangi ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Menjadi lebih penting lagi apabila UMKM ini berada di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. 

Daerah 3T merupakan wilayah di Indonesia yang memiliki kondisi sosial, ekonomi, geografis, dan budaya yang kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain.

Oleh karena itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan memberikan akses pembiayaan dan pendampingan intensif bagi para pelaku UMKM di daerah 3T.

Salah satu daerah yang menjadi target pemberdayaan BRI adalah wilayah transmigrasi salah satunya di Merauke.

 Baca Juga: Dari Nol ke Sukses: UMKM Tumbuh Bersama Rumah BUMN BRI

Kisah sukses yang inspiratif dari wilayah 3T

Ririn adalah salah seorang warga negara Indonesia yang tinggal di lingkungan transmigrasi di Merauke. Wilayah ini, sebagian besar penduduknya adalah petani dan peternak sapi. Ririn merintis usaha dengan menjual kebutuhan sehari-hari seperti sembako, obat pertanian, hingga bensin eceran. Warungnya ini dinamainya Kios Pink.

“Awalnya karena sudah tidak bekerja lagi, saya berusaha memanfaatkan kemampuan yang ada untuk membuka kios ini,” ungkap Ririn

Usahanya ini mendapatkan bantuan pembiayaan dan pemberdayaan dari BRI. Dengan akses pembiayaan ini, membantunya dalam mengembangkan Kios Pink menjadi lebih dari sekadar kios kelontong.

“Dukungan dari BRI, terutama pembiayaan dan pendampingan dari Mantri itu sangat membantu saya, terutama dalam mengelola usaha dan menyediakan berbagai kebutuhan warga di sini,” kata Ririn menambahkan.

 

Menyediakan kemudahan transkasi perbankan di pelosok

Selain menjual kebutuhan sehari-hari warga lewat Kios Pink, Ririn juga adalah seorang AgenBRILink. Ia tidak hanya berperan dalam menyediakan kemudahan transaksi perbankan, namun juga berperan sebagai penyalur pinjaman Kredit Cepat (KECE) dengan plafon Rp10 juta kepada masyarakat sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X