CEO Perusahaan Startup Ini Memecat 99 dari 110 Karyawannya Karena Tidak Hadir dalam Meeting

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 1 Desember 2024 | 21:46 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 99 dari 110 karyawan di perusahaan startup ini dipecat lantaran tidak hadir dalam rapat. (Freepik/Master1305)
Ilustrasi: Sebanyak 99 dari 110 karyawan di perusahaan startup ini dipecat lantaran tidak hadir dalam rapat. (Freepik/Master1305)

PejuangKantoran.com - Jangan main-main dengan bos yang marah karena kamu mengabaikan salah satu pertemuan yang sudah dia jadwalkan. Bisa-bisa, kamu langsung dipecat.

Itulah yang dilakukan Baldvin Oddson, CEO Musicians Club, toko alat musik daring di Wyoming, AS. Baldvin memecat 90% stafnya, atau 99 dari 110 karyawan dan pekerja lepas, melalui pesan Slack karena tidak hadir dalam rapat pukul 08.30 pada Jumat, 15 November 2024 lalu.

Seorang mantan karyawan yang menuliskan pengalamannya di Reddit, menyebut kejadian itu sedikit menyebalkan. Namun tak lama dia menghapus tulisan tersebut.

Baca Juga: Sejak Layanan M-Banking BRImo Diluncurkan di Timor Leste, Nasabah Makin Mudah Bertransaksi

"Saya baru bergabung menjadi tenaga magang, tapi satu jam kemudian, seluruh tim dipecat," tulisnya.

"Pergi sana kau"

Dalam pesannya untuk seluruh tim melalui Slack, Baldvin menulis begini.

"Bagi Anda yang tidak hadir dalam rapat pagi ini, anggaplah ini sebagai pemberitahuan resmi: Anda semua dipecat.

Anda tidak melakukan apa yang Anda setujui, Anda tidak menyelesaikan bagian Anda dari kontrak, dan Anda tidak hadir dalam rapat yang seharusnya Anda hadiri dan kerjakan.”

Baldvin kemudian menginstruksikan kelompok yang semuanya bekerja dari jarak jauh tersebut untuk keluar dari semua akun, mengembalikan semua barang milik perusahaan, dan menganggap semua kontrak telah berakhir.

Baca Juga: BRI Menanam-Grow & Green Bagikan 5.000 Bibit Pohon Produktif pada Petani di Desa Kutuh, Bali

“Saya memberi Anda kesempatan untuk memperbaiki hidup Anda, bekerja keras, dan berkembang. Namun, Anda telah menunjukkan kepada saya bahwa Anda tidak menganggap ini serius,” lanjutnya.

“Dari 110 orang, hanya 11 orang yang hadir pagi ini. Ke-11 orang itu boleh tinggal. Sisanya dari Anda diberhentikan. Minggir dari bisnis saya sekarang juga,” tegasnya.

Kebanyakan karyawan yang dipecat dari Musicians Club adalah pekerja paruh waktu jarak jauh yang tidak dibayar (pekerjaan ditawarkan kepada mahasiswa musik klasik yang mencari pengalaman kerja sebagai tenaga magang).

Perusahaan itu mengiklankan lowongan pekerjaan pada awal tahun ini untuk posisi manajer operasi yang tidak dibayar. Dari lowongan tersebut, perusahaan menerima menerima 51 pelamar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X