PejuangKantoran.com - Modernisasi dan pembangunan yang massif akhir-akhir ini membuat destinasi wisata dengan ciri khas Pulau Bali semakin terkikis.
Padahal, tradisi budaya masyarakat Bali inilah yang kali pertama membuat pulau ini terkenal di penjuru dunia.
Untunglah, masih banyak potensi alam dan budaya Pulau Dewata yang masih belum tergali sepenuhnya. Salah satu contohnya adalah Desa Batuan di Kec. Sukowati, Kab. Gianyar, Bali, yang dikenal dengan alamnya yang indah.
Baca Juga: BRI Sabet Penghargaan Bank Indonesia Awards 2024, Dinilai Mampu Menjaga Stabilitas Moneter
Namun potensi utama dari Desa Batuan sejatinya adalah kesenian, yang menjadikannya salah satu desa wisata yang menawan.
Hal ini tak lepas dari kata “baturan” yang merupakan asal-muasal nama Desa Batuan, yakni Prasasti Baturan. Prasasti ini menceritakan tentang aktivitas seni dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Sebagai pusat kesenian, Desa Batuan Sukawati boleh bangga karena masyarakatnya punya talenta dan keunggulan dalam melukis, membuat patung, mengukir kayu dan membuat karya seni lainnya.
Beberapa pura bersejarah, di antaranya Pura Puseh Batuan, juga menarik untuk dikunjungi. Pura ini tidak hanya memperkaya pengalaman spiritual pengunjung tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan budaya.
“Desa kami adalah salah satu dari sedikit desa tua di Bali yang memiliki potensi kebudayaan yang melimpah. Beberapa tari endemik juga lahir dari desa ini,” ujar Kepala Desa Batuan Ari Anggara.
“Selain itu juga dikenal sebagai desa segudang pelukis, seniman ukir, seniman karawitan, tabuh dan pengrajin-pengrajin yang memang sudah tersohor di provinsi Bali,” katanya.
Unit usaha desa
Lebih lanjut Ari Anggara mengakui, generasi muda di desanya terus mengembangkan bakat seni mereka melalui sanggar-sanggar kesenian.
Seni lukis batuan dikenal dengan ciri khasnya yang sangat detail dan kompleks. Keunikan ini membuatnya diakui sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2018.
Selain menjaga kelestarian seni dan budaya, Desa Batuan juga berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui keberadaan unit-unit usaha di desa.
Artikel Terkait
Film "Mungkin Kita Perlu Waktu" Drama Keluarga Sarat Makna Siap Tayang Perdana di JAFF 2024
Jelajah Destinasi Ramah Muslim di Hong Kong: Ini Tipsnya
Sejak Layanan M-Banking BRImo Diluncurkan di Timor Leste, Nasabah Makin Mudah Bertransaksi
CEO Perusahaan Startup Ini Memecat 99 dari 110 Karyawannya Karena Tidak Hadir dalam Meeting
Link dan Cara Verval Ijazah di Info GTK dan SIVIL, Wajib Dilakukan untuk Pastikan Data yang Valid
Butuh Waktu Lama Merayu Vanesha Prescilla Berperan sebagai Cream dalam Tak Ingin Usai Di Sini
Gunakan Eisenhower Matrix Untuk Menghindari Stres Karena Tugas Yang Seabrek dan Menumpuk