Apa yang Harus Dilakukan Pasien Jika Saat Cek Kesehatan Gratis Ditemukan Penyakit Berat?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 11 Februari 2025 | 20:27 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pentingnya jadi peserta BPJS Kesehatan saat masyarakat ingin mendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (Kemenkes)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pentingnya jadi peserta BPJS Kesehatan saat masyarakat ingin mendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (Kemenkes)

PejuangKantoran.com - Sesuai namanya, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak akan membebankan biaya kepada masyarakat yang melakukannya alias gratis.

Masyarakat yang berulang tahun dapat melakukan pemeriksaan kesehatan mulai dari tanggal ulang tahun mereka hingga sebulan setelahnya.

Sementara itu, bagi mereka yang berulang tahun pada Januari, Februari, dan Maret, dapat mengikuti pemeriksaan hingga April 2025, mengingat program ini baru berjalan di pertengahan Februari.

 

Baca Juga: Balee Scents Membawa Wewangian Aromaterapi Indonesia Melangkah ke Pasar Dunia Bersama BRI

Setelah melakukan CKG, bagaimana jika ada yang terdeteksi penyakit tertentu? Apakah pengobatannya juga akan gratis atau dikenakan biaya?

Hal tersebut dijelaskan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Menurutnya, itulah sebabnya masyarakat diharuskan untuk mengunduh aplikasi Satu Sehat sebelum melakukan program CKG. Selain lewat aplikasi, masyarakat juga bisa melakukan pendaftaran dengan menggunakan Google Form.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan pendataan sakit yang diderita oleh pendaftar saat di puskesmas nanti.

Prosedur saat terdeteksi penyakit berat

 

Baca Juga: Pemerintah Mulai Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk Masyarakat, Berikut Cara Daftar dan Jenis Pemeriksaan yang Tersedia

Saat seseorang terdeteksi menderita penyakit berat saat melakukan Cek Kesehatan Gratis, seperti darah tinggi, langkah pertama yang dilakukan oleh perawat adalah dengan memberikan obat.

"Penyakit ini ‘kan bertahap, kalau sakitnya darah tinggi kita tinggal kasih obat saja di sini (puskesmas)," jelas Budi Gunadi Sadikin, seperti dikutip Kompas.com.

Namun, tak hanya akan diberi obat, tetapi pasien yang menderita darah tinggi tersebut juga disarankan untuk melakukan elektrokardiografi (EKG). Tujuannya adalah untuk memeriksa aktivitas jantung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Liputan6, Kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X