BRI Fokus Pengelolaan Risiko Jangka Panjang di Tengah Dinamika Pasar

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 28 Februari 2025 | 10:36 WIB
Bank BRI tak terburu-buru mengejar keuntungan besar, fokuskan pada pengelolaan risiko jangka panjang di tengah dinamika pasar.
Bank BRI tak terburu-buru mengejar keuntungan besar, fokuskan pada pengelolaan risiko jangka panjang di tengah dinamika pasar.

 

PejuangKantoran.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Dengan menerapkan strategi yang hati-hati dan pengelolaan risiko yang baik, BRI lebih memilih fokus pada pengelolaan risiko jangka panjang ketimbang mengejar keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menyediakan cadangan yang cukup untuk menghadapi ketidakpastian pasar.

 

Meskipun dihadapkan dengan dinamika pasar yang bergejolak, BRI tetap mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024. Hal ini membuktikan ketangguhan BRI dalam menghadapi ketidakpastian dan resesi global.

Menurut Direktur Utama BRI, Sunarso, pencapaian positif tersebut tidak terlepas dari tata kelola yang baik dan strategi pengelolaan risiko yang efektif. Sunarso menjelaskan bahwa meskipun dalam situasi yang sulit, BRI tetap mampu mencatatkan laba sebesar Rp60,64 triliun, yang dapat dijadikan sebagai indikator kuat bagi fundamental perusahaan yang sehat.

Baca Juga: Kenapa Gaji Pilot Melonjak Drastis? Fakta Mengejutkan di Balik Kenaikan yang Kontroversial

“Laba tersebut tidak perlu kita tahan sebagai modal, karena modal kita sudah sangat kuat,” ujar Sunarso dalam acara Kompas 100 Outlook: Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global, Senin (17/2/2025). Dengan modal yang solid, BRI menegaskan bahwa perusahaan mampu mempertahankan kestabilan di tengah gejolak ekonomi.

Pertumbuhan Positif dan Resiliensi di Tengah Tantangan Ekonomi

Salah satu indikator fundamental yang baik bagi BRI dapat dilihat dari kenaikan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang mencapai 9,6 persen YoY hingga akhir Desember 2024. Angka ini menunjukkan bahwa BRI tetap berkembang secara organik, meskipun kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. Sunarso menekankan bahwa PPOP mencerminkan pertumbuhan yang sesungguhnya dan berkelanjutan.

 

BRI juga tetap mengedepankan kehati-hatian dengan menjaga laba tetap stabil. Dalam situasi ketidakpastian yang masih berlangsung, perusahaan berfokus pada pengelolaan risiko jangka panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan besar. Sebagai bukti dari strategi ini, BRI memiliki Non-Performing Loan (NPL) coverage ratio yang mencapai 215,05% per Desember 2024.

Baca Juga: Bagaimana Dunia Maya Jika Tanpa CAPTCHA?

Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan telah menyediakan cadangan yang cukup besar untuk mengantisipasi kemungkinan pinjaman bermasalah. Sunarso menegaskan bahwa dengan cadangan yang cukup, perusahaan siap menghadapi berbagai potensi kerugian, termasuk dengan langkah penghapusbukuan (write-off) kredit macet apabila diperlukan.

“BRI memandang bahwa ke depan masih ada ketidakpastian, maka kita sudah cadangkan. Artinya apa? Menyediakan ketenangan, menyediakan cadangan bantalan. Kalau terjadi apa-apa, kita aman karena cadangannya kita sediakan,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X