Alasan Indonesia Mulai Puasa Ramadhan Lebih Dulu Dibanding Negara Lainnya

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 2 Maret 2025 | 11:11 WIB
Membuat menu buka puasa yang sehat untuk yang sedang menjalani program diet itu menantang. (charmax22)
Membuat menu buka puasa yang sehat untuk yang sedang menjalani program diet itu menantang. (charmax22)

PejuangKantoran.com – Umat Muslim di Indonesia resmi memulai ibadah puasa Ramadhan pada Sabtu, 1 Maret 2025, setelah Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan hasil sidang isbat yang digelar pada Jumat, 28 Februari 2025.

Meskipun pengumuman ini seharusnya disampaikan pada pukul 19.00 WIB, namun konferensi pers baru dimulai pada pukul 19.40 WIB, yang berarti sudah memasuki waktu Isya. Keterlambatan ini disebabkan oleh perlunya menunggu laporan pemantauan hilal dari wilayah Aceh, provinsi paling barat di Indonesia.

Nasaruddin, salah satu juru bicara Kemenag, menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh kondisi obyektif hilal yang tidak memungkinkan untuk terlihat di sebagian besar wilayah Indonesia. "Dari Indonesia bagian timur, tengah, sampai barat, di ujung pulau Jawa, hilal tidak dapat terlihat pada malam itu," katanya dalam konferensi pers.

Baca Juga: Uang Makan Tertinggi Di Bank-Bank Terkemuka, Ternyata Bukan dari Citi atau Deutsche Bank

Nasaruddin menambahkan bahwa setelah menunggu laporan hilal dari Aceh, yang berhasil disaksikan oleh dua orang dan dibenarkan oleh hakim agama setempat, maka diputuskan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada 1 Maret 2025. "Dari laporan yang diterima, ketinggian hilal di seluruh Indonesia bervariasi antara 3 derajat 5,91 menit hingga 4 derajat 40,96 menit," tambahnya.

Perbedaan Awal Ramadhan dengan Negara Tetangga

Nasaruddin juga menyampaikan bahwa awal Ramadhan di Indonesia berbeda dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. Sementara Indonesia memulai puasa pada 1 Maret 2025, ketiga negara tersebut baru akan memulai puasa pada Minggu, 2 Maret 2025. Hal ini terjadi karena perbedaan dalam pemantauan hilal dan ketinggian sudut elongasi di masing-masing negara.

“Secara geografis dan hukum, Indonesia memiliki wilayah yang lebih luas, sehingga meskipun hilal terlihat di Aceh, keputusan itu berlaku untuk seluruh Indonesia,” jelas Nasaruddin. Dengan demikian, meskipun negara-negara tetangga belum bisa melihat hilal pada 28 Februari, Indonesia tetap memulai puasa sehari lebih awal.

Baca Juga: Hilangkan Rasa Kantuk di Kantor Saat Puasa Dengan Pijatan Pada Titik-Titik Tertentu di Tubuh Kamu

Proses Sidang Isbat yang Telah Dijalani

Dalam menjalankan sidang isbat, Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa ada tiga rangkaian utama yang dilakukan untuk menetapkan awal Ramadhan. Pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, dilakukan verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Ketiga, dilakukan musyawarah untuk mengambil keputusan yang kemudian diumumkan kepada publik.

“Sidang isbat ini bertujuan agar umat Islam di Indonesia dapat memulai Ramadhan secara bersama-sama, sesuai dengan keputusan yang telah diambil secara musyawarah,” ungkap Abu Rokhmad.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, Besok Puasa!

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X