PejuangKantoran.com - Berawal dari kecintaan pada cokelat, Cokelat Ndalem kini dikenal sebagai salah satu UMKM unggulan di industri cokelat lokal.
Merek ini menawarkan lebih dari 40 varian rasa, di antaranya milk chocolate sebagai produk paling diminati. Ada pula produk mirip biskuit stik berlapis cokelat merek Pocky, untuk memenuhi selera konsumen yang kurang menyukai rasa cokelat yang terlalu manis.
Pelanggan Cokelat Ndalem tersebar di berbagai kota besar, terutama Jakarta. Saat ini produk oleh-oleh khas Yogyakarta ini sudah merambah pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Australia.
Sementara itu, inovasi terus dilakukan, termasuk menghadirkan varian cokelat kopi dengan bahan baku kopi dari Papua, Wamena, dan Yogyakarta.
“Fasilitas termahal adalah mesin cetakan. Kami mengalokasikan biaya sekitar Rp2,5 hingga Rp3 juta hanya untuk cetakan sebelum akhirnya mulai berjualan,” ujar Meika Hazim, pemilik Cokelat Ndalem, saat berbagi pengalaman dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025.
Konsistensi dalam menjalankan usaha
Konsistensi dalam inovasi dan ketahanan menghadapi tantangan merupakan keunggulan merek yang didirikan pada tahun 2013 ini. Seiring berjalannya waktu, bisnis Meika dan partner-nya, Wednes Aria Yuda, terus berkembang.
Fokus utama mereka adalah memahami pasar dan memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan selera konsumen. Dengan strategi yang tepat, Cokelat Ndalem mampu mencapai titik impas sejak tahun pertama.
Namun, pandemi Covid-19 sempat menghambat laju pertumbuhan bisnis mereka.
Baca Juga: 8.400 Warga Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya dalam Program Mudik Gratis yang Digelar BRI Group
“Setelah pandemi, kami kembali berproduksi secara bertahap dan mempertahankan kualitas produk untuk menjaga kepercayaan pelanggan,” tambahnya.
Perjalanan bisnis ini tidak terlepas dari strategi adaptasi, inovasi, kolaborasi, dan konsistensi dalam menjalankan usaha.
“Inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru, tetapi bisa berupa penyesuaian agar produk yang ada lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memperluas jangkauan dan memperkuat bisnis,” jelas Meika.
Artikel Terkait
8 Alasan Mengapa Seorang Mid Manager Harus Menguasai Microsoft Excel Supaya Bisa Bekerja Dengan Cerdas
BRI Group Bagikan 100.000 Paket Sembako sebagai Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan
Batas Usia Pelamar Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Ditetapkan sampai 45 Tahun! Cek Syarat Nilai Minimalnya
Iskandar, Putra Aceh Pemilik Indonesia Airlines yang Justru Bermarkas di Singapura
Tips Terbaik Menulis Prompt untuk AI: Bayangkan seperti Bicara dengan Anak Kecil!
Merasa Atasan Tidak Kompeten? Ini 6 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasinya!
Karyawan Introvert Lebih Baik Makan Siang Sendirian atau Bareng Rekan Kerja?