UMKM Aksesoris Mutiara dari Lombok Tembus Pasar Internasional Berkat Pemberdayaan BRI

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 9 April 2025 | 11:28 WIB
Denganbantuan BRI, usaha mutiara milik Mahayusi dari Lombok, makin berkembang dan menembus pasar global. (BRI)
Denganbantuan BRI, usaha mutiara milik Mahayusi dari Lombok, makin berkembang dan menembus pasar global. (BRI)

Pejuangkantoran.com – Indonesia menduduki posisi keempat terbesar di dunia sebagai eksportir mutiara merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada tahun 2023, tercatat nilai ekspor Indonesia mencapai Rp 1,7 triliun dengan berat sekitar 10,1 ton. Jumlah ini terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai ekspor Mutiara Nusa Tenggara Barat di kuartal pertama tahun 2024 mencapai USD 953.989. Pada bulan Januari, nilai ekspor mutiara USD 749.978, di Februari senilai USD 73.579, dan pada Maret senilai USD 131.014.

Mutiara NTB menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan. Produk hasil laut ini diekspor ke delapan negara, diantaranya adalah China, Thailand, Uni Emirate Arab, Hongkong, Jepang, India, Amerika, dan Australia.

Jepang menjadi negara tujuan ekspor mutiara terbanyak dengan nilai total mencapai USD 399.238. Disusul oleh China dengan nilai USD 376.175, Hongkong dengan nilai USD 107.940, Thailand dengan nilai USD 53.358, Amerika Serikat senilai USD 9.139, Australia dengan nilai USD 6.346, India dengan nilai USD 1.711, dan terakhir ada Uni Emirat Arab dengan nilai USD 80.

Baca Juga: Dari Coba-coba, Suryani Sukses Jalankan Sembako dan Bensin Eceran Lewat Pendanaan KUR BRI

Potensi UMKM Mutiara Lombok

Dengan potensi komoditas Mutiara di NTB dan potensi pasar yang sangat besar, sudah semestinya peluang ini juga menyentuh UMKM lokal yang bergerak di komoditas Mutiara.

Salah satunya adalah kisah Mahayusi. Perajin mutiara asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal dapat menembus pasar internasional.

Hal ini tak lepas dari dukungan pembiayaan dan pendampingan dari perbankan, seperti yang diberikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Mahayusi mendirikan brand “I Love Mutiara” sejak 2011. Ia kini mampu meraih omzet jutaan rupiah dan menjangkau pasar global.

Kesuksesan Mahayusi ia pelajari dari pengalaman sebelum terjun di komoditas Mutiara. Ia belajar bahwa keberlanjutan pasar adalah faktor penting dalam memilih jenis bisnis.

Dari situ, Mahayusi berhasil mengembangkan produknya hingga kini dikenal oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

“Aksesori mutiara memiliki daya tarik abadi, terutama bagi kaum perempuan yang selalu ingin tampil berbeda dalam setiap kesempatan. Di bisnis ini, saya bisa bertahan karena memang perempuan selalu butuh aksesori,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X