Ari Lightman, profesor media digital dan pemasaran di Carnegie Mellon University, bilang, "Begitu kamu membuka smartphone, itu seperti baru saja membuka kotak Pandora."
Dari niat hanya memeriksa cuaca, kamu dapat mengklik aplikasi di sebelahnya secara tidak sadar dan akhirnya waktu akan habis dengan memeriksa semua media sosial yang ada.
Minimalis digital adalah pilihan gaya hidup
Meskipun meluangkan waktu jauh dari smartphone mungkin tidak terlihat sulit, tetapi berkomitmen pada kehidupan minimalis digital nyatanya sulit dilakukan di dunia yang saling terhubung seperti saat ini.
"Kenyamanan smartphone modern, yang menggabungkan navigasi, komunikasi, dan hiburan ke dalam satu perangkat, sulit ditiru teknologi lama," kata Kenyon.
Baca Juga: Alasan Sehat Ganti Smartphone ke Feature Phone!
Meski begitu, tampak semakin banyak orang yang tetap bertekad untuk membuang smartphone mereka dan berinvestasi pada perangkat digital yang lebih minimalis.
Alasannya sederhana, yaitu karena banyak orang yang mulai merasa ingin lebih terhubung dengan dunia di sekitar saya, bukan dengan dunia maya.
Menjaga jarak dengan smartphone juga membuat kamu memilih media apa yang ingin dikonsumsi, bukan secara pasif mendengarkan, menonton, dan membuang-buang waktu yang tidak bisa dikembalikan.
Jadi, apakah kamu tertarik untuk mengikuti gaya hidup ini? (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Threads Bikin Baterai Smartphone Cepat Habis? Lakukan Setting-an Ini untuk Mengatasinya!
Mengapa Orang Jepang Tak Bisa Lepas dari Smartphone atau Ponsel Pintar?
Ketimbang Bekerja Kantoran 9 to 5, Ini yang akan Dilakukan Gen Z dengan Smartphone-nya
Meski Suka Mengambil Risiko, untuk Investasi Gen Z Ternyata Lebih Suka Main “Aman”
21% Karyawan Gen Z Tak Ingin Menikah dengan Orang yang Gajinya Lebih Rendah daripada Mereka
Taskmasking, Fenomena di Kalangan Gen Z yang Pura-Pura Sibuk Bekerja di Depan Atasan. Apa Penyebabnya?