- Batas usia paling tinggi 42 tahun pada 31 Desember di tahun pendaftaran;
- Telah lulus perguruan tinggi program D4 atau S1 dengan IPK sekurangnya 3,00 pada skala 4,00;
- Tidak boleh telah menyelesaikan studi S2, tetapi jika pernah kuliah S2 dan belum selesai, boleh mendaftar di jenjang studi yang sama dengan melampirkan surat pemberhentian atau sejenisnya;
- Skor minimal kemampuan bahasa Inggris: PTE Academic 58 (tanpa skor keterampilan komunikasi kurang dari 50), TOEFL iBT 84 (dengan minimal 21 di semua sub-tes), atau IELTS 6,5 (tanpa band kurang dari 6,0);
- Beasiswa hanya diperuntukkan bagi kelas reguler atau kelas lain yang ditetapkan oleh LPDP;
- Menulis profil diri serta komitmen kembali, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia dalam Bahasa Inggris.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Resmi Dibuka, Pelamar Wajib Melampirkan Surat Rekomendasi!
Timeline proses pendaftaran dan penerimaan
- Pendaftaran seleksi: 18 Februari – 5 Mei 2025;
- Seleksi administrasi: 6 – 22 Mei 2025;
- Pengumuman hasil seleksi administrasi: 23 Mei 2025;
- Pengajuan sanggah: 24 – 25 Mei 2025;
- Pengumuman hasil sanggah: 3 Juni 2025;
- Seleksi Substansi I: 4 – 16 Juni 2025;
- Pengumuman: 17 Juni 2025;
- Seleksi Substansi II: 1 – 4 Juli 2025;australia
- Pengumuman: 18 Juli 2025;
- Periode perkuliahan: Januari 2026.
Jika kamu tertarik dengan Beasiswa LPDP - AAS, lakukan pendaftaran secara online pada situs di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/. Selamat berjuang! (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Australia Luncurkan Visa Skills in Demand, Biar Pekerja Asing Lebih Fleksibel Dapat Tempat Tinggal Permanen
Selain LPDP, Ini 5 Beasiswa Luar Negeri yang Juga Buka di Januari 2025
Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 Dibuka pada 17 Januari
Apa Itu Beasiswa Bundling, Salah Satu Program Beasiswa Baru yang Disediakan LPDP?
Pemburu Beasiswa Luar Negeri, Wajib Paham Berbagai Istilah Dunia Beasiswa Sebelum Mengajukan Aplikasi
Beasiswa ke Romania 2025 Sudah Dibuka untuk 3 Jenjang Pendidikan dengan Biaya Kuliah Penuh
Mau Gaji Lebih dari Rp500 Juta per Tahun? Jadi Guru Bahasa Indonesia di Australia, Yuk!