PejuangKantoran.com - Kali pertama kamu mendarat di Singapura, yang kamu dengar pasti soal jalanan yang bersih, makanan hawker yang enak, dan sistem transportasi umum yang canggih.
Tidak heran, negara ini menjadi salah satu tujuan para pekerja asing. Singapura diperkirakan memiliki 1.424.200 orang asing dalam angkatan kerjanya hingga akhir tahun 2022 – sekitar 1/3 dari seluruh angkatan kerjanya.
Dengan begitu banyaknya keragaman pekerja, budaya kerja di Singapura terus berkembang dan menghadirkan pengalaman unik yang mungkin mengejutkan bagi para pekerja yang terbiasa bekerja di negara lain.
Nah, lewat cerita Lee Ji-hye, wartawan Korea yang pernah tinggal dan bekerja di Singapura selama setahun, kita bisa dapat gambaran yang lebih jujur dan nyata soal dunia kerja di sana.
Baca Juga: Jepang Kekurangan 500.000 Tenaga Kerja di Sektor Pariwisata, Pekerja Asing Diundang Masuk!
Hierarki yang diam-diam tapi kuat
Budaya hormat ke atasan memang umum di banyak negara Asia, termasuk Korea. Di Singapura, hal ini juga berlaku pada karyawan yang lebih muda saat mengungkapkan pendapat pada yang lebih senior.
Misalnya, jarang ada yang berani menantang ide bos secara langsung di rapat. Bukan karena nggak punya ide, tapi karena takut dianggap nggak sopan atau bikin suasana nggak enak.
Akibatnya, ide-ide baru yang bisa saja bagus jadi sulit diungkapkan atau dijalankan. Buat ekspat yang terbiasa diskusi terbuka dan debat ide, ini bisa jadi tantangan tersendiri.
Pragmatisme di atas passion
Singapura terkenal sebagai negara yang pragmatis, dan itu kebawa banget ke tempat kerja. Prinsip yang umum dipakai kurang lebih, "yang penting tugas selesai cepat dan benar."
Baca Juga: Mau Gaji Lebih dari Rp500 Juta per Tahun? Jadi Guru Bahasa Indonesia di Australia, Yuk!
Kreativitas memang dihargai, tapi tetap harus sesuai jalur yang sudah terbukti aman. Kalau kamu bekerja di bidang kreatif, kadang-kadang terasa seperti ditahan.
Ide baru sering disambut dengan, “Kita pakai cara yang sudah biasa saja, ya.” Jadi, buat yang suka eksplor dan bereksperimen, harus siap-siap menyesuaikan diri.
Kebiasaan menghindari konflik dan jaga muka
Artikel Terkait
Besok Sudah Ngantor Lagi, Ini 8 Trik Membangun Kebiasaan Bangun Pagi dan Jadi Morning Person
Menulis Surat Pengunduran Diri karena Ketidakpuasan Kerja Tak Boleh Sembarangan, Ini Panduannya!
Lowongan Kerja Jadi Employee Experience & Employer Branding Assistant Manager di Beiersdorf
Lowongan Kerja Jadi Brand Digital Media & Community Manager L’Oréal Indonesia
Ryan Gosling Akan Bintangi Film Star Wars: Starfighter, Tayang Mei 2027
Aksi Menggegerkan Florence Pugh Lompat dari Gedung saat Berperan sebagai Black Widow di Thunderbolts
ChatGPT Jadi Aplikasi Paling Banyak Diunduh di Dunia, Geser Dominasi Instagram dan TikTok!