PejuangKantoran.com - Proses pemilihan Paus di Gereja Katolik dikenal sangat tertutup dan penuh tradisi. Tapi tahukah kamu bahwa istilah konklaf yang kini identik dengan pemilihan Paus di Kapel Sistina berasal dari kejadian... ketika para kardinal dikunci di dalam sebuah ruangan?
Cerita ini terjadi lebih dari 750 tahun yang lalu, di sebuah kota kecil tak jauh dari Roma, Italia.
Awalnya, pemilihan Paus tidak seformal dan seteratur sekarang. Sebelum abad ke-13, pemilihan bisa dilakukan oleh gabungan uskup, rohaniwan lokal, bahkan kadang campur tangan dari kaisar atau raja.
Namun, semuanya berubah pada tahun 1271, setelah Gereja mengalami kekosongan kursi kepausan selama hampir tiga tahun—pemilihan terlama dalam sejarah.
Baca Juga: BRI Dukung Penuh Mimpi Para Pemain Liga Kompas U-14 Tembus Gothia Cup 2025 Swedia
Kala itu, Roma sedang dilanda kekacauan politik, dengan dua keluarga besar, Guelph dan Ghibelline, bertarung soal siapa yang berhak mengangkat pemimpin gereja. Karena kondisi yang tidak aman, Paus Alexander IV memindahkan kediaman kepausan ke kota Viterbo—sekitar 90 km di utara Roma.
Kota ini dianggap strategis karena dekat dengan Roma, punya benteng kota yang kuat, dan berada di jalur ziarah penting bernama Via Francigena.
Dari tahun 1257 hingga 1281, Viterbo menjadi “pusat Vatikan sementara”, dan dari sanalah sembilan Paus dipilih. Tapi yang paling bersejarah adalah pemilihan setelah wafatnya Paus Klemens IV.
Dua puluh kardinal diundang untuk memilih pengganti, dan mereka berkumpul di Istana Kepausan Viterbo pada tahun 1268.
Setahun berlalu, belum juga ada Paus baru. Masyarakat Viterbo akhirnya kehabisan kesabaran. Dengan bantuan otoritas lokal, mereka mengunci para kardinal di dalam istana. Tak hanya itu, makanan mereka dibatasi hanya roti dan air. Tujuannya jelas: tekan mereka sampai memilih!
Baca Juga: Pencari Kerja Juga Bisa Pakai AI Career Coach, Bisa Dipersonalisasi sesuai Kebutuhan Pengguna Lagi!
Tekanan tersebut membuahkan hasil. Setelah lebih dari tiga tahun tanpa Paus, akhirnya pada September 1271, kardinal memilih Teobaldo Visconti sebagai Paus, yang kemudian dikenal sebagai Paus Gregorius X.
Dari sinilah istilah conclave berasal, dari bahasa Latin cum clave yang berarti "dengan kunci"—karena para kardinal literally dikunci sampai mereka menghasilkan keputusan.
Paus Gregorius X yang baru terpilih menyadari bahwa proses pemilihan seperti ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus tak terstruktur. Maka ia menerbitkan konstitusi apostolik Ubi periculum, yang berisi aturan resmi tentang bagaimana seorang Paus harus dipilih.
Artikel Terkait
Kardinal Ignatius Suharyo Siap Ikuti Konklaf Pemilihan Paus Baru di Vatikan Pada 6 Mei 2025
Detail Mengejutkan Peti Paus Fransiskus : Simbol Kesederhanaan Tradisi Pemakaman Paus
Pemakaman Paus Fransiskus dan Tradisi Penghancuran Cincin yang Sarat Makna
Isi Lengkap Surat Wasiat Terakhir Paus Fransiskus: Makam Sederhana dan Pesan Damai untuk Dunia
Gara-gara JD Vance, Donald Trump Kebagian Kursi di Sebelah Toilet saat Pemakaman Paus Fransiskus?
7 Momen Paling Berkesan yang Dilakukan Paus Fransiskus sepanjang 12 Tahun Masa Kepausannya
Ini Kata-kata Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Wafat ke Perawat Pribadinya
Penonton ‘Conclave’ di Platform Streaming Naik 283% usai Wafatnya Paus Fransiskus, Apa Menariknya Film Ini?
Konklaf, Pemilihan Paus Baru Akan Dimulai pada 7 Mei 2025
Hari ini Konklaf Pemilihan Paus Digelar di Vatikan, Ini Cara Nontonnya Secara Online