PejuangKantoran.com - Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih menjadi Paus baru pada Kamis, 8 Mei 2025. Beliau menjadi paus ke-267, dan memilih nama Paus Leo XIV.
Kalau kamu mendengar pilihan nama "Leo" tersebut, mungkin kamu sempat bertanya-tanya mengenai alasan pemilihan nama tersebut. Tetapi buat sebagian orang —terutama sejarawan gereja dan orang-orang yang mengikuti jejak karier— ini bukan hal yang mengejutkan.
Paus baru ini adalah orang Amerika kelahiran Chicago yang sekarang berusia 69 tahun. Yang bikin menarik, perjalanan hidupnya jauh dari Amerika. Ia menghabiskan bertahun-tahun sebagai imam misionaris dan kemudian menjadi uskup di Peru.
Selama sepuluh tahun, ia mengajar di seminari di Trujillo, Peru bagian barat laut. Di sana, dia melihat langsung pentingnya Gereja yang terlibat aktif dalam keadilan sosial dan aksi kemanusiaan. Hal ini mirip dengan semangat Paus sebelumnya, Paus Fransiskus.
Nah, nama “Leo” sendiri bukan cuma terdengar bagus dan kuat. Nama ini juga punya sejarah yang sangat berarti dalam Gereja. Salah satu figur paling terkenal adalah Paus Leo XIII, yang hidup di abad ke-19 dan terkenal karena pandangannya yang superprogresif untuk zamannya.
Lewat dokumen penting berjudul Rerum Novarum pada tahun 1891, Paus Leo XIII bicara soal pentingnya kondisi kerja yang adil, hak buruh untuk membentuk serikat, dan pentingnya upah yang layak. Bisa dibilang, beliau ini sudah kayak aktivis pekerja zaman dulu!
Selain itu, beliau juga dikenal sebagai pemimpin yang punya visi global. Nggak cuma memikirkan internal Gereja, tapi juga bagaimana Gereja bisa hadir dan berdialog dengan dunia luar. Bisa jadi, semangat inilah yang ingin dihidupkan kembali oleh Paus Leo XIV.
Bukan hanya itu, ada juga tokoh besar lainnya yang mungkin menginspirasi Paus baru ini: St. Leo Agung alias Paus Leo I, yang memimpin Gereja di abad ke-5. Namanya dikenang karena kepemimpinan yang tegas, kemampuan diplomasi, dan semangat damainya.
Baca Juga: Asal Usul Konklaf: Ketika Kardinal Dikunci di Ruangan Demi Memilih Paus
Salah satu kisah paling terkenal adalah saat beliau menghadapi Attila the Hun, si penakluk legendaris. Saat Attila mau menyerang Roma, Leo menemui langsung dan berhasil meyakinkan dia untuk mundur. Roma pun selamat!
Fun fact terakhir: nama Leo dalam bahasa Latin maupun Yunani artinya “singa.” Jadi, selain punya sejarah panjang, nama ini juga membawa makna keberanian dan kekuatan. Cocok banget buat pemimpin global, apalagi di era sekarang yang penuh tantangan.
Jadi, meski mungkin banyak dari kita baru dengar dan penasaran ingin tahu alasan pemilihan nama tersebut, buat mereka yang paham sejarah Gereja dan mengenal sosok Kardinal Prevost, pilihan nama "Leo" ini terasa sangat pas dan penuh makna.
Selamat bertugas, Paus Leo XIV!
Artikel Terkait
10 Jabatan dan Industri dengan Pertumbuhan Tercepat di Indonesia
Atasan Perlu Menentukan Prioritas, biar Nggak Semua Tugas Dianggap Penting dan Karyawan Stres
Ingin Private Intimate Wedding Seperti Luna Maya? Perlu Jasa Wedding Planner dan Berikut Tips Memilihnya!
BRI Dukung Pendidikan di Daerah 3T, Bawa Teknologi ke Sekolah di Lombok Utara
Perbedaan Orang yang Suka Belajar atau Bersenang-senang Ternyata Berasal dari Kontrol Diri. Ini Penjelasannya!
Jika Berada dalam 6 Situasi Ini, Kamu Lebih Baik Diam daripada Terus Bicara. Kenapa?
Wedding Planner dan Wedding Organizer Itu Beda. Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Keduanya Bukan Dari Satu Perusahaan.