Libatkan Kelompok Masyarakat
Sejak diluncurkan pada tahun 2022, program ini telah dilaksanakan di 17 titik di berbagai wilayah Indonesia. Program ini telah melakukan penanaman 70.300 tanaman produktif, transplantasi 5.430 fragmen karang di area seluas 0,45 hektare, restorasi 3.000 tegakan lamun di area 625 m², rehabilitasi kawasan hutan dan pesisir seluas 306,75 hektare serta berkontribusi terhadap serapan karbon sebesar 53 ton CO₂e per tahun dan cadangan karbon 14 ton CO₂e.
Program ini melibatkan dan memberdayakan 29 kelompok masyarakat. Mereka ini terdiri dari Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Mereka mendapatkan berbagai manfaat. Mereka medapatkani pelatihan selam dan pemandu wisata selam, budidaya ikan ramah lingkungan dan pelatihan pengelolaan ekosistem terumbu karang.
Dari hasil pelatihan tersebut, hingga bulan Mei 2025 telah terbit sebanyak 39 sertifikasi bidang kelautan yang diterima oleh anggota kelompok. Jenis sertifikasi tersebut diantaranya Open Water/ One Star Scuba Diver, Reef Check EcoDiver, Rescue Diver, One Star Instructor, dan Pemandu Wisata Selam.
Dalam pelaksanaan program ini, BRI berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Program ini merupakan inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.
Gandeng Generasi Muda
Yang menarik, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini, BRI secara khusus menggandeng generasi muda dalam aksi nyata pelestarian lingkungan di wilayah pesisir Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat) dan Kabupaten Tuban (Jawa Timur).
Di Mamuju, BRI Menanam – Grow & Green melibatkan siswa/i SMA Negeri 1 Mamuju dan mahasiswa pencinta alam “Mapala Cakrawala Manakkara” dari Universitas Muhammadiyah Mamuju.
Aktivitas ini mengenalkan praktik konservasi yang berdampak ganda bagi keberlanjutan ekosistem laut dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Mereka belajar langsung tentang transplantasi terumbu karang dan budidaya ikan ramah lingkungan menggunakan keramba jaring apung.
Sementara itu di Kabupaten Tuban, BRI menggandeng siswa/i SMKN 1 Tuban melakukan penanaman cemara laut sebagai upaya mencegah abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Para pelajar mendapatkan edukasi langsung mengenai tantangan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan pentingnya peran generasi muda dalam solusi berkelanjutan. Jadi, kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam kesadaran bagi anak-anak kami tentang pentingnya menjaga bumi.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mencintai dan merawat lingkungan sejak dini,” ungkap Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tuban Firdaus Dias.
Aksi nyata seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim itu mutlak. Perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu global dalam beberapa decade.
Artikel Terkait
Skor ESG Naik, BRI Tembus Peringkat 5 Persen Teratas Di Sektor Perbankan Global
BRI Komitmen Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan
Komitmen Dukungan BRI Terhadap UMKM Raih Tiga Penghargaan Internasional yang Prestisius dari The Asset
DPK Sebesar Rp1,4 Triliun Berhasil Dihimpun BRI guna Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang
Indeks Bisnis UMKM BRI Untuk Mengukur Sentimen Pelaku UMKM dan Menjadi Acuan Dalam Menyusun Kebijakan