PejuangKantoran.com - Sejak dibentuk pada awal 2025, Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara) telah bertekad untuk mengelola investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Enam bulan berselang, kini Danantara telah berhasil menarik sejumlah investasi asing, yaitu dengan S&P Global (AS), Milltec Investment (Belanda), Crédit Agricole CIB dan Eramet (Perancis).
Terbaru, Danantara mengembangkan kemitraan strategis dengan ACWA Power, perusahaan energi global terkemuka yang berbasis di Arab Saudi.
Baca Juga: Tak Sampai 1 Abad Revolusi Teknologi Chip Komputer, Kini Perang Produksi Microchip AS-China
ACWA Power disebut telah menyatakan minatnya untuk mengeksplorasi investasi dalam berbagai proyek energi di Indonesia, termasuk pembangkit listrik tenaga terbarukan, turbin gas siklus gabungan, pengembangan hidrogen hijau, hingga sistem desalinasi air.
Kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia yang tengah mendorong transisi energi terbarukan.
"Kolaborasi ini menjadi bukti nyata peran Danantara sebagai penggerak investasi strategis yang menjembatani kepentingan nasional dengan peluang komersial global," ujar CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 Juli 2025.
Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi surya, hidrogen hijau, dan solusi air terpadu berbasis keberlanjutan di Tanah Air, demikian menurut Rosan.
"Kami berkomitmen menyalurkan sumber daya negara ke dalam proyek-proyek yang mampu menciptakan nilai jangka panjang," ujarnya.
Kolaborasi ini juga melibatkan PT Pertamina (Persero), dan bersama-sama mengantongi komitmen investasi senilai 10 miliar dolar atau setara Rp162,24 miliar (dengan kurs Rp16.309) untuk pengembangan proyek energi berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga: 8 Alasan Punya Asuransi Perjalanan saat Merencanakan Liburan ke Luar Negeri Itu Penting!
Danantara dan ACWA Power juga telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menandai dimulainya kerja sama eksplorasi proyek-proyek strategis di sektor energi bersih.
Dalam perjanjian kedua yang ditandatangani antara ACWA Power dan Pertamina, ruang lingkup kolaborasi diperluas ke pengembangan proyek energi bersih dengan total kapasitas hingga 500 megawatt.
Hal tersebut mencakup partisipasi dalam tender proyek energi baru, pengembangan fasilitas gas-ke-listrik, serta penguatan lini bisnis operasi dan pemeliharaan (O&M).
Artikel Terkait
KfW Jakarta Buka Lowongan untuk Profesional di Bidang Energi dan Lingkungan, Daftar Sebelum 13 Juli 2025
Ratusan Korban Penutupan Gold’s Gym Indonesia Ajukan Audiensi ke Lembaga Perlindungan Konsumen
Skrining Kesehatan untuk Deteksi Risiko Penyakit Kronis Bisa melalui BPJS Kesehatan, Gini Caranya
7 Tampilan di Layar Laptop yang Memberi Kesan Negatif Saat Share Screen selama Rapat Online
5 Alasan Bahwa Kamu Butuh Manajemen Waktu dan Keterampilan Organisasi Saat Kerja
Menjadi AgenBRILink Merupakan Momentum Besar bagi Aris, Usahanya Berkembang Jadi 3 Cabang!
Semua Bisa Jadi Pemimpin Hebat Karena Itu Bukan Bawaan Lahir. Lakukan Hal Berikut Ini Untuk Mencapainya!