Polisi Ungkap Fakta Kematian Diplomat Arya Daru: Tidak Ada Tanda Kekerasan dari Pihak Lain

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 31 Juli 2025 | 12:46 WIB
Mendiang Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas awal Juli lalu. (instagram @Arya Daru Pangayunan)
Mendiang Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas awal Juli lalu. (instagram @Arya Daru Pangayunan)

Terdapat luka, tapi tak ada ancaman fisik

Sementara dari hasil autopsi yang dilakukan dokter RSCM, dr. Yoga Tohijiwa, Arya dinyatakan meninggal karena mati lemas akibat gangguan saluran pernapasan.

Meski begitu, ditemukan luka-luka di bagian tubuh ayah dua anak tersebut, antara lain lecet dan memar di bibir, wajah, leher, dan tangan.

Untuk luka di tangan diduga terjadi saat Arya berada di rooftop lantai 12 Gedung Kemlu.

Meski ada luka, polisi menegaskan bahwa hasil digital forensik menunjukkan tidak ada ancaman, baik secara fisik maupun psikis terhadap Arya sebelum meninggal.

Tidak ditemukan bukti adanya kekerasan atau tekanan dari orang lain.

Baca Juga: Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan Siap Pindah ke Finlandia bersama Keluarga sebelum Ditemukan Tewas

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menyatakan bahwa dari semua temuan penyelidikan, tidak ditemukan adanya unsur pidana maupun keterlibatan orang lain dalam kematian Arya.

"Kesimpulannya, Arya meninggal karena gangguan saluran pernapasan yang menyebabkan mati lemas, dan tidak ditemukan keterlibatan pihak lain. Jadi, sampai saat ini belum ada indikasi tindak pidana," jelas Wira.

Meski demikian, kasus ini tetap menjadi perhatian publik karena banyak yang bertanya-tanya soal kondisi tubuh Arya yang tidak wajar saat ditemukan.

Namun, menurut pihak berwenang, semua bukti saat ini tidak mengarah pada tindakan kriminal. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Kumparan.com, CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X