Kesehatan Mental Jadi Sorotan di Balik Kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan, Benarkah karena Burnout?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 31 Juli 2025 | 21:31 WIB
Polda Metro Jaya menyatakan, tidak ada unsur kekerasan dalam kasus kematian diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan.  (Facebook @Arya Daru Pangayunan )
Polda Metro Jaya menyatakan, tidak ada unsur kekerasan dalam kasus kematian diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan. (Facebook @Arya Daru Pangayunan )

Burnout adalah kondisi saat seseorang merasa lelah secara emosional dan kehilangan motivasi karena beban pekerjaan yang berat dan berkepanjangan.

Ini membuatnya semakin rentan terhadap gangguan mental, seperti depresi.

Keluarga mengaku tak tahu

Pihak keluarga sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi mental Arya. Kakak iparnya, Meta Bagus, mengatakan bahwa Arya tidak pernah menunjukkan atau menceritakan beban berat yang ia hadapi.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Bukan Proses Instan, Ada Perjalanan Panjang yang Harus Dilalui. Pastikan Mental Kamu Siap, Ya!

Menurutnya, Arya merupakan pribadi yang terbuka kepada istrinya dan setiap keputusan selalu dikomunikasikan dengan baik di dalam keluarga.

Ketika ditanya soal layanan kesehatan mental yang pernah diakses Arya, keluarga memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh. Mereka menyebut bahwa hal tersebut adalah urusan pribadi yang tidak bisa diungkapkan kepada publik.

Kasus ini membuka mata kita bahwa penting untuk memperhatikan kondisi kesehatan mental, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan dengan tekanan tinggi.

Meski dari luar tampak baik-baik saja, seseorang bisa saja menyimpan beban yang berat di dalam dirinya.
Untuk itu, dukungan dari lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat sangat penting agar mereka yang sedang berjuang tidak merasa sendirian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kumparan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X