AI Class ASEAN: Membuka Pintu Literasi AI untuk Jutaan Pelajar Asia Tenggara

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 11:15 WIB
Para pemimpin muda tak hanya menggunakan Ai tapi juga sebagai penggerak. (Google Gemini)
Para pemimpin muda tak hanya menggunakan Ai tapi juga sebagai penggerak. (Google Gemini)

PejuangKantoran.com – Sebuah langkah besar bagi masa depan pendidikan digital Asia Tenggara resmi dimulai. ASEAN Foundation, dengan dukungan penuh dari Google.org, meluncurkan AI Class ASEAN — sebuah platform pembelajaran daring yang dirancang untuk membekali generasi muda, pendidik, dan orang tua dengan keterampilan artificial intelligence (AI) yang inklusif dan bertanggung jawab.

Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian The 2nd Regional Policy Convening of AI Ready ASEAN yang digelar 12–13 Agustus di Kuala Lumpur, Malaysia. Program berdurasi 2,5 tahun ini terwujud berkat hibah sebesar Rp81,9 miliar (US$5 juta) dari Google.org, dengan target menjangkau lebih dari 5,5 juta pembelajar di seluruh ASEAN.

Di tengah pesatnya transformasi digital global, AI tidak lagi sekadar tren, tetapi kebutuhan. AI Class ASEAN hadir sebagai jawaban atas urgensi tersebut. Platform ini menawarkan 70 modul pelatihan gratis yang disesuaikan secara lokal, lengkap dengan chatbot berbasis AI, forum diskusi, serta terjemahan langsung multibahasa. Semua dirancang agar pengetahuan AI bisa diakses secara mudah, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan kawasan.

Baca Juga: Lowongan Kerja buat yang Suka Ngonten: Social Media Specialist di Rocketindo

“Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, kita bisa membentuk ASEAN yang tangguh dan terhubung,” ujar Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation.

Acara peluncuran berlangsung meriah dengan penekanan tombol simbolis oleh para tokoh penting, termasuk Menteri Digital Malaysia H.E. Gobind Singh Deo, Sekjen ASEAN H.E. Dr. Kao Kim Hourn, serta perwakilan Google Asia Pacific.

Program AI Ready ASEAN sendiri telah mencatat capaian awal yang mengesankan. Melalui kampanye Hour of Code, lebih dari 400.000 penerima manfaat di sepuluh negara ASEAN telah mengenal konsep dasar AI. Di Indonesia, sejumlah mitra lokal seperti Bebras Indonesia, Ruangguru Foundation, MAFINDO, Kaizen Collaborative Impact Foundation, dan Coding Bee Academy bergerak aktif mengadakan pelatihan dan memperluas literasi digital hingga ke wilayah 3T.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Kaizen Collaborative Impact Foundation, yang berhasil menjangkau ribuan pelajar di pulau-pulau terpencil seperti Selayar dan Buton. Mereka tidak hanya memberikan materi literasi AI, tetapi juga melatih lebih dari 1.200 Master Trainer di sekolah, universitas, dan lembaga pemerintah.

Baca Juga: Liu Jingkang, ‘JK’, Miliarder Kamera Aksi yang Pecahkan Rekor IPO di Usia 33 Tahun

Sementara itu, Ruangguru telah menggelar sesi Hour of Code yang melibatkan lebih dari 100.000 penerima manfaat hingga Agustus ini, memperkuat fondasi literasi AI bagi siswa, guru, dan orang tua di seluruh Indonesia.

“AI adalah penggerak kemajuan jika digunakan dengan bijak. Melalui program ini, kami ingin membangun generasi yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi masa depan digital,” tegas Marija Ralic, Kepala Google.org Asia Pasifik.

Dengan visi membangun komunitas ASEAN yang siap menyongsong era AI, AI Class ASEAN bukan hanya platform belajar — ia adalah jembatan menuju masa depan yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing di kancah global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X