Pekerja Perempuan Sudah Lebih Aktif Negosiasi Gaji, tapi Mengapa Kesenjangan Upah Masih Terjadi?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:54 WIB
Ilustrasi: Tidak seperti sebelumnya, karyawan perempuan sudah lebih berani meminta gaji yang lebih tinggi. Namun, kesenjangan upah dengan kaum pria masih terjadi. (Freepik/Benzoix)
Ilustrasi: Tidak seperti sebelumnya, karyawan perempuan sudah lebih berani meminta gaji yang lebih tinggi. Namun, kesenjangan upah dengan kaum pria masih terjadi. (Freepik/Benzoix)

PejuangKantoran.com - Selama puluhan tahun, banyak orang percaya bahwa salah satu alasan perempuan dibayar lebih rendah daripada pria adalah karena mereka tidak cukup berani meminta kenaikan gaji.

Namun, penelitian terbaru justru membantah anggapan lama tentang kesenjangan upah ini, dan menunjukkan bahwa masalah sebenarnya bukan sekadar karena perempuan tidak berani negosiasi gaji.

Profesor Jessica A. Kennedy dari Vanderbilt University, bersama Profesor Laura Kray dan Peneliti Pascadoktoral Margaret Lee dari University of California, Berkeley, menemukan bahwa perempuan sekarang ini sebenarnya sudah aktif bernegosiasi.

Baca Juga: Grab Buka Lowongan Kerja Public Affairs Executive buat yang Punya Jejaring di Pemerintahan

Temuan mereka dirangkum dalam publikasi berjudul Now, Women Do Ask: A Call to Update Beliefs about the Gender Pay Gap. Para peneliti membandingkan data yang sudah banyak beredar, bahwa 64% pria dan 47% wanita melakukan negosiasi gaji, dengan tiga dataset yang berbeda.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa perempuan sudah bersedia melakukan bagian mereka untuk menutup kesenjangan upah gender.

"Namun, bernegosiasi dengan baik saja tidak cukup, karena itu bukan sumber masalahnya," ujar Prof Jessica Kennedy.

Kesenjangan upah masih sangat nyata

Data terbaru menunjukkan bahwa kesenjangan upah antara pria dan wanita justru melebar untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir.

Pada 2023, penghasilan median perempuan yang bekerja penuh waktu hanya mencapai 82,7% dari penghasilan pria. Padahal di tahun sebelumnya, angkanya 84%.

Baca Juga: 7 Pertanyaan saat Wawancara untuk Menilai Calon Atasan, Ajukan Sebelum Kamu Menyesal Belakangan!

Kesenjangan upah ini semakin nyata di level pendapatan tinggi. Semakin besar posisi dan tanggung jawabnya, biasanya selisih gaji antara pria dan wanita semakin lebar.

Menurut Kennedy, masalah ini bukan soal “siapa yang meminta lebih”, tetapi soal cara sistem perusahaan menilai dan membayar karyawan.

“Perusahaan harus membayar secara transparan dan adil. Selisih upah sering kali menciptakan narasi palsu bahwa mereka yang dibayar lebih rendah memang tidak pantas mendapat lebih dan itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Faktanya, perempuan sudah bernegosiasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Resume Builder, Vanderbilt University

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X