ChatGPT Kena Cancel Culture gara-gara OpenAI Teken Kontrak sama Militer Amerika Serikat?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 4 Maret 2026 | 19:57 WIB
CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui keputusannya menandatangani kontrak militer dengan pemerintah dilakukan secara terburu-buru. (OpenAI)
CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui keputusannya menandatangani kontrak militer dengan pemerintah dilakukan secara terburu-buru. (OpenAI)

PejuangKantoran.com - ChatGPT boleh dibilang sudah jadi "pegangan" untuk membantu berbagai aktivitas kita sehari-hari. Namun belakangan ini, kalau kamu mampir ke forum Reddit, banyak orang ramai-ramai mengunggah screenshot yang menunjukkan mereka berhenti langganan ChatGPT Plus.

Gerakan "Cancel ChatGPT" ini bukan karena aplikasinya lemot atau fiturnya kurang canggih, tapi karena masalah yang jauh lebih serius: etika.

Hal ini dipicu keputusan OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan militer Amerika Serikat. Keputusan ini bikin banyak pengguna merasa dikhianati.

Baca Juga: Sudah Main di 3 Film Suzzanna, Ini yang Membingungkan Luna Maya Saat Memerani Suzzanna

Bayangkan saja, teknologi yang awalnya diperkenalkan untuk membantu kita menulis email atau belajar coding, sekarang bakal ikut terlibat dalam urusan perang dan pertahanan.

Bertentangan dengan Anthropic

Yang bikin suasana makin panas, pesaing berat mereka, Anthropic (pengembang Claude), justru melakukan hal sebaliknya.

Awalnya, Departemen Pertahanan AS mendekati Anthropic, tapi perusahaan yang berbasis di San Francisco, AS, itu memilih untuk mundur. Alasannya, mereka nggak mau teknologi AI mereka dipakai untuk hal-hal berbahaya seperti pengawasan massal atau sistem senjata otomatis.

Begitu Anthropic menolak, OpenAI langsung masuk mengambil celah tersebut. Tapi dampaknya langsung terasa. Banyak pengguna setuju dengan sentimen para Redditor yang menuduh OpenAI sama sekali nggak punya etika dan menuding mereka menjual jiwa mereka demi kontrak militer yang menguntungkan.

Gara-gara kegaduhan ini, persaingan AI langsung berubah dalam semalam. Claude, yang selama ini jadi anak bawang, tiba-tiba melesat ke posisi nomor satu di Apple App Store.

Baca Juga: Indonesia–Jerman Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan, 4.000 Tenaga Kerja Disiapkan ke Eropa

Orang-orang mulai beralih karena merasa nilai-nilai yang dibawa Anthropic lebih sejalan dengan prinsip kemanusiaan.

Pengakuan Sam Altman

CEO OpenAI, Sam Altman, sebenarnya sadar kalau langkah ini bakal memancing kemarahan publik. Dalam beberapa cuitannya di X, dia mengakui kalau kesepakatan ini dilakukan dengan sangat cepat dan terlihat kurang etis di mata orang luar.

"Keputusan ini benar-benar terburu-buru, dan secara optik (citra publik), ini memang kelihatan nggak bagus," aku Altman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: TechCrunch, TechRadar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X