Pejuangkantorqan.com – Dalam dunia lari, salah satu faktor di tubuh kita yang menjadi salah satu yang sangat berperan dalam performa lari adalah VO2max. Ini karena VO₂max adalah ukuran kapasitas aerobik maksimum seorang pelari, yaitu kemampuan tubuh mengambil, mengangkut, dan menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi saat berlari.
Semakin tinggi VO₂max, semakin besar "mesin aerobik" yang dimiliki pelari. Namun, VO₂max bukan satu-satunya faktor yang menentukan prestasi lari. Ada juga efisiensi lari (running economy) dan ambang laktat (lactate threshold).
Ada sejumlah fungsi VO₂max dalam dunia lari, yaitu:
- Menentukan potensi performa lari jarak menengah dan jauh
VO₂max merupakan salah satu prediktor kemampuan lari pada nomor 5K,10K, Half Marathon, Marathon. Pelari dengan VO₂max lebih tinggi umumnya memiliki potensi berlari lebih cepat karena mampu menghasilkan energi aerobik lebih besar.
- Menjadi dasar penyusunan program latihan
Persentase VO₂max banyak digunakan puntuk menentukan intensitas latihan, misalnya:
- Easy run: sekitar 60–75% VO₂max,
- Tempo run: sekitar 80–90% VO₂max,
- Interval training: 90–100% VO₂max.
Pelatih menggunakan data ini untuk mengatur beban latihan agar efektif dan aman.
Baca Juga: Begini Cara Menentukan Program Latihan untuk Mendapat Personal Best di Race Lari Berikutnya
- Mengukur perkembangan kebugaran
Kenaikan VO₂max menunjukkan bahwa sistem jantung, paru-paru, dan otot semakin efisien.
Contoh, di awal latihan, VO₂max-nya 35 mL/kg/menit dan setelah 6–12 bulan latihan teratur menjadi 40–45 mL/kg/menit. Kapasitas aerobik setelah latihan menjadi meningkat, meskipun kecepatan lomba belum tentu meningkat dalam proporsi yang sama.
- Membantu memprediksi kemampuan lomba
Beberapa aplikasi dan jam olahraga (smartwatch) menggunakan VO₂max untuk memperkirakan waktu tempuh seseorang dalam menyelesaikan jarak lari 5K, 10K, Half Marathon, hingga Marathon Perkiraan ini tidak selalu tepat, tetapi cukup berguna sebagai acuan awal.
- Menentukan kemampuan mempertahankan kecepatan
VO₂max menunjukkan "kapasitas mesin", sedangkan ambang laktat menunjukkan berapa besar kapasitas tersebut yang dapat dipakai dalam waktu lama.
Analoginya, VO₂max adalah ukuran mesin mobil, sementara lactate threshold adalah seberapa lama mobil dapat melaju cepat tanpa overheat. Karena itu, dua pelari dengan VO₂max sama belum tentu memiliki performa lomba yang sama.
Bagi pelari marathon, VO₂max penting, tetapi bukan faktor paling dominan. Untuk marathon, yang lebih menentukan adalah:
- VO₂max yang memadai.
- Ambang laktat yang tinggi.
- Running economy yang baik.
- Ketahanan otot dan kemampuan menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
Karena itu sering dijumpai pelari marathon rekreasional dengan VO₂max sedang mampu mengalahkan pelari dengan VO₂max lebih tinggi karena lebih efisien dan lebih terlatih untuk jarak jauh. ***
Artikel Terkait
Pentingnya Mengetahui Resting Heart Rate Kamu dan Berikut Tips Mengukurnya Dengan Benar!
Kena Side Stitch atau "Suduken" Saat Lari? Tenang, Tidak Berbahaya Kecuali Jika Ada Sejumlah Hal Berikut Ini!
Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!
Jangan Remehkan Asupan Nutrisi Setelah Lari, karena Bisa Membuat Peforma Larimu Stagnan!
Kamu Alami Plateau atau Performa Lari Stagnan Meskipun Sudah Rutin Latihan? Begini Penjelasannya!
10 Sinyal Tubuh yang Pantang Diabaikan Saat Lari