Soal Restorative Justice Ayah David Bilang “Si Vis Pacem, Para Bellum”, Ternyata Ini Maksudnya!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 18 Maret 2023 | 21:56 WIB
Tentang tawaran restorative justice, ayah David, Jonathan Latumahina, hanya menulis cuitan,  (Twitter @seeksixsuck)
Tentang tawaran restorative justice, ayah David, Jonathan Latumahina, hanya menulis cuitan, (Twitter @seeksixsuck)

PejuangKantoran.com - Warganet dan keluarga David Ozora alias David Latumahina (17) dibuat meradang ketika Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Reda Manthovani menawarkan langkah restorative justice terkait kasus penganiayaan David yang dilakukan Mario Dandy (20).

Keadilan restoratif ini menurut Reda bisa ditawarkan untuk AG sebagai pelaku atau anak yang berkonflik dengan hukum. Peluang ini diberikan dengan pertimbangan masa depan anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak.

Baca Juga: Mario Dandy Masih Dipenuhi Kemarahan Saat Rekonstruksi Penganiayaan David, tapi Marah pada Siapa?

Pertimbangan lainnya, AG tidak secara langsung melakukan penganiayaan terhadap korban. Penawaran itu juga tidak akan ditawarkan kepada Mario Dandy dan Shane Lukas yang sudah dijadikan tersangka.

Namun Reda berusaha meluruskan, bahwa penawaran jalan damai ini hanya akan dilakukan jika disepakati oleh kedua belah pihak.

“Kami akan tetap menawarkan apakah dia (AG) akan dimaafkan secara yuridis, hingga dapat dilakukan proses restorative justice (RJ). Kalau memang korban tidak menginginkan, ya proses jalan terus,” ungkap Reda saat ditemui wartawan usai menjenguk David di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Proses RJ, tambahnya, dilakukan apabila kedua belah pihak memang menginginkan perdamaian, dan tidak ingin melanjutkan lagi perkara ini. Namun apabila salah satu pihak tidak bersedia, proses RJ tidak akan dilakukan.

Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan AG Tidak Hadir dalam Rekonstruksi Kasus Penganiayaan David

“Proses itu masih bisa dilakukan, tetap kami tawarkan, tetapi (keputusan) tetap berpulang pada keluarga korban,” tegasnya.

Menanggapi penawaran untuk berdamai itu, ayah David, Jonathan Latumahina, melalui Twitter-nya hanya memberikan gambar tokoh Magneto dengan kutipan berbunyi, “Peace was never an option.”

Kalimat tersebut adalah ucapan yang disampaikan karakter Erik Lehnsherr, yang juga dikenal sebagai Magneto (diperankan oleh Michael Fassbender) dalam film X-Men: First Class (2011).

Bukan hanya itu, ayah David lalu menuliskan cuitan berikut yang berbunyi, “Si vis pacem para bellum.” Warganet pun dibuat penasaran dengan makna kata-kata dalam Bahasa Latin tersebut.

Baca Juga: Sudah Putus dari Mario Dandy, Amanda Akui Tak Punya Hubungan Spesial dengan Kekasih AG Itu

Si vis pacem, para bellum, bermakna “jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang”. Kalimat ini pun merupakan kutipan dari film, yang diucapkan oleh tokoh Winston (Ian McShane) dalam film John Wick: Chapter 3 - Parabellum (2019).

Dengan dua pernyataan tersebut, jelas bahwa ayah David tidak menginginkan peluang untuk berdamai dengan pihak AG sama sekali. Tidak terbukanya pintu damai pun sudah ia sampaikan sejak 22 Februari lalu saat kasus penganiayaan David baru terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X