Artinya, pada saat itu akan muncul suatu kondisi di mana giliran anak-anak muda yang ada sekarang bakal mengambil keputusan.
Saat ini, pemilih muda yang jumlahnya 60 persen (17-39 tahun), mau tidak mau, suka tidak suka, harus ikut dan terlibat langsung dalam menentukan arah dan kondisi bangsa ke depan.
Itu sebabnya KPU menganggap upaya meyakinkan anak-anak muda kekinian untuk terlibat dalam Pemilu 2024 sangat penting. Tak lain karena itu semua dilakukan demi masa depan bersama.
"Sepenting apa pemilu ini bagi teman-teman muda?" tanya Mellaz.
Baca Juga: 7 Tips Tetap Segar dan Kuat Bekerja di Kantor Saat Bulan Puasa
Tetapi bagaimana dengan adanya banjir informasi yang mengakibatkan politisasi identitas, isu SARA, dan hoaks, yang semakin massif menjelang Pemilu 2024?
Kendala-kendala itu ternyata tidak mengkhawatirkan sama sekali bagi Mellaz. Wajar bila anak-anak muda sekarang dihadapkan pada kendala-kendala semacam itu.
Menurut Mellaz, anak-anak muda zaman dulu mendapatkan literasi dari membaca buku dan diskusi. Inilah yang membedakannya dengan karakter anak muda zaman sekarang.
"Sementara saat ini akses informasi bisa darimana saja. Itu bedanya," pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
Ryaas Randa Lolos Tes Iblis dalam Darah Berkat Membaca Ayat Al-Qur’an, Kini Ketagihan Main Film
Lowongan Kerja Big Data Manager di Perusahaan Penyedia Solusi Cloud “PointStar”
Bandara Changi Singapura Digelari Bandara Terbaik Dunia 2023, Bandara Soekarno-Hatta Urutan Berapa?
Soal Restorative Justice Ayah David Bilang “Si Vis Pacem, Para Bellum”, Ternyata Ini Maksudnya!
Track Record yang Membuat AG Tidak Memenuhi Syarat Perlindungan LPSK
5 Ibadah yang Bisa Dilakukan Jelang Bulan Ramadhan Agar Puasa Penuh Berkah