Baca Juga: Tradisi Sungkeman Lebaran dalam Adat Jawa, Bagaimana Posisi Sungkeman dan Contoh Kalimatnya?
Beda cerita dengan Bd Erni Rosita Dewi SKeb. yang tengah melanjutkan S2nya di Inggris.
Selama Ramadhan dia mengaku harus rela berjauhan dengan keluarganya. Menyantap sahur hingga melepas dahaga saat berbuka bersama-sama. Berada di negeri orang membuat Erni menjalankan puasa dengan waktu yang lebih lama.
“Sekarang lagi adaptasi jadwal dari musim dingin ke musim semi. Biasanya sekitar jam 8 atau 9 pagi itu baru subuh tapi sekarang lebih maju sekitar 4.15 atau 4.30,” katanya.
Erni menambahkan bahwa jadwal magrib seiring dengan perubahan musim juga mengalami perubahan. Jika pada musim dingin magrib pukul 4.30 atau 4 sore, saat ini jam 8 malam baru memasuki waktu maghrib.
Baca Juga: Megawati Instruksikan Prananda, Puan Maharani dan Tiga Pilar Partai untuk Menangkan Pemilu 2024
“Siangnya jadi lebih panjang. Puasanya jadi jauh lebih panjang juga. Salat tarawihnya lebih malam. Jam setengah 10 malam baru mulai,” imbuhnya.
Mahasiswa Anglia Ruskin University tersebut mengungkapkan bahwa suasana Ramadan di Inggris terasa berbeda. Erni akan mudah menemukan penjual takjil di sepanjang jalan di Indonesia tapi di sana ia tidak menemukan itu.
“Di Indonesia lebih semarak ada yang tadarusan, orang yang bangunin sahur, tapi di sini tidak ada. Jadi adem ayem aja,” ungkapnya.
Penerima beasiswa Chevening tersebut menggunakan bantuan aplikasi pada ponselnya yang dibuat oleh masjid sentral terdekat. Aplikasi tersebut membantu Erni untuk memantau jadwal salat dan berbuka setiap harinya.
Meski demikian ia bercerita bahwa ada beberapa kegiatan seperti kajian Islam hingga berbuka bersama masih bisa ditemukan. “Ada buka bersama yang diadakan oleh kedutaan Indonesia, perkumpulan pelajar Indonesia di sini. Bahkan di kampus saya selalu memfasilitasi buka bersama untuk mahasiswa muslim. Jadi semua makanan gratis tersedia,” jelasnya.
Baca Juga: Moonbin Meninggal di Hari Ultah Ibunya, Penggemar Cemaskan Kondisi Moon Sua Sang Adik
Syiar Agama
Tinggal di lingkungan yang mayoritas nonmuslim baginya merupakan momen untuk mensyiarkan agama Islam. Erni kerap kali mendapat pertanyaan dari temannya soal agama Islam, salah satunya ibadah puasa yang tengah ia jalankan. “Hidup dengan mereka (nonmuslim, Red) dan bagaimana kita menunjukkan sikap sebagai sosok muslim yang baik. Ini akan mempengaruhi pandangan mereka terhadap Islam,” paparnya.
Ia berpesan kepada masyarakat yang akan melanjutkan studi S2 di luar negeri untuk memperdalam ilmu agama. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak mengikuti arus budaya di negara tujuan yang bertentangan dengan anjuran agama.
Artikel Terkait
16 Ucapan Selamat Idul Fitri untuk Keluarga dan Teman
15 Ucapan Hari Kartini yang Indah dan Menyemangati Sesama Perempuan
Tepat di Hari Kartini, Megawati Tetapkan Ganjar Pranowo sebagai Capres PDIP 2024
Resmi Jadi Calon Presiden, Ganjar Pranowo Disebut Jokowi sebagai Sosok yang Dekat dengan Rakyat
Megawati Instruksikan Prananda, Puan Maharani dan Tiga Pilar Partai untuk Menangkan Pemilu 2024
Diusung PDIP sebagai Calon Presiden 2024, Ganjar Pranowo Bertekad Lanjutkan Perjuangan Jokowi
5 Perubahan Tak Terduga Saat Mulai Punya Bisnis Sendiri, Siap-siap dari Sekarang!
Ternyata Bukan Mohon Maaf Lahir Batin, Jadi Apa Arti Minal Aidin Wal Faizin?
Buzzfeed News Tutup, PHK 180 Karyawan