Bukan Heatwave yang Bikin Cuaca Panas di Indonesia, Meskipun Suhu Sempat Mencapai 37 Derajat Celcius

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 April 2023 | 10:59 WIB
Ilustrasi: Meskipun suhu sempat mencapai 37 derajat Celcius, cuaca panas di Indonesia bukan disebabkan heatwave (gelombang panas). (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Meskipun suhu sempat mencapai 37 derajat Celcius, cuaca panas di Indonesia bukan disebabkan heatwave (gelombang panas). (Freepik/Jcomp)

Variasi suhu maksimum 34 – 36 derajat Celcius untuk wilayah Indonesia ini juga masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Indonesia tidak mengalami heatwave

Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa Indonesia saat ini tidak  mengalami gelombang panas, karena:

• Suhu panas di wilayah Indonesia tidak memenuhi definisi gelombang panas yang ditetapkan oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO).

• Suhu panas yang terjadi merupakan fenomena wajar di bulan April dan Mei, karena pada bulan-bulan ini normal terjadi peningkatan suhu maksimum harian yang dipengaruhi oleh gerak semu matahari, sebuah siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

Baca Juga: Kenali Level Bahaya Paparan Sinar UV dan Dampaknya pada Kulit dan Mata

• Lonjakan suhu maksimum 37,2 derajat Celcius hanya terjadi satu hari di satu lokasi. Selanjutnya, suhu maksimum harian tertinggi di Indonesia secara umum berada dalam kisaran 34 derajat Celcius hingga 36 derajat Celcius.

Variasi suhu maksimum 34 – 36 derajat Celcius untuk wilayah Indonesia masih dalam kisaran normal klimatologi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Indonesia sendiri sekarang sedang memasuki musim kemarau, dominasi angin monsoon Australia umumnya bersifat kering dan kelembapan udaranya kurang, cuaca cenderung cerah, dan kurang tutupan awan, menyebabkan intensitas radiasi matahari optimal di semua permukaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X