Sandiaga Uno: Keputusan Menjadi Cawapres adalah Keputusan Partai Politik, Bukan Dirinya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 Mei 2023 | 14:41 WIB
Pada Rosiana Silalahi, Sandiaga Uno mengaku siap jika harus menjadi gelandangan politik. (Kemenparekraf)
Pada Rosiana Silalahi, Sandiaga Uno mengaku siap jika harus menjadi gelandangan politik. (Kemenparekraf)

“Saya siap jika harus menjadi gelandangan politik, karena saya menyadari keputusan yang saya ambil ini untuk saya kontribusikan, sumbangsihkan, kepada bangsa dan negara.

“Tapi kalau kita berniat tulus, membuka pulang, mengambil suatu jalan, saya istiqomah,” tegasnya.

Bahkan, saat PPP akhirnya mengumumkan dukungan mereka kepada Ganjar Pranowo, bukan mencalonkan dirinya sebagai presiden seperti yang diprediksi banyak orang, Sandiaga tidak merasa kecewa.

Menurutnya, dari awal ia berinteraksi dengan PPP tanpa pamrih. Ia juga menyadari keputusan yang diambil oleh partai tersebut pasti sudah melalui proses pemikiran yang panjang.

Tidak ingin berpihak pada satu orang

Sebelum mundur dari Partai Gerindra, Sandiaga memiliki rekam jejak sebagai wakil dari beberapa tokoh yang saat ini telah resmi dicalonkan menjadi calon presiden.

Ia pernah menjadi Wakil Gubernur mewakili Anies Baswedan dan menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Calon Presiden Prabowo Subianto.

Apakah itu artinya sekarang ia akan mencoba peruntungannya bersama Ganjar Pranowo?

“Saya menghindari polarisasi politik, keterpecahan. Saya pernah mengalami di 2017 dan 2019, bagaimana melihat pada satu titik ada polarisasi di Pilkada dan Pilpres,” ujarnya.

Baca Juga: Tanggapan Ganjar Pranowo Saat Ditanya Soal Nama-nama Calon Wakil Presidennya

Menurutnya, jika ia nanti menjadi cawapres, siapa pun orang yang didampinginya merupakan keputusan parpol, bukan dirinya. Ia juga yakin pemilihan dirinya juga bukan semata-mata faktor kekayaan.

Malah, ia mengatakan bahwa ada banyak orang yang lebih kaya dari dirinya dalam konteks politik atau modal politik.

Sandiaga berpendapat, “Menurut saya, (penentuan cawapres) harusnya lebih dari itu (jumlah kekayaan) karena pemikiran, gagasan, strategi dan nafas panjang yang sangat penting dalam politik, bukan hanya pendanaan.”

Uang memang akan menjadi bagian yang penting karena perjuangan butuh pendanaan, tetapi itu seharusnya bukan menjadi faktor utama dalam penentuan cawapres. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Youtube @Kompas TV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X